Tirakatan memeringati HUT 80 Republik Indonesia di RW 26 Perum Gumuk Indah berbeda konsep dengan tahun-tahun sebelumnya. Tirakatan pada 16 Agustus 2025 ini tanpa ada sarasehan yang menghadirkan narasumber. Namun begitu, suasana guyub, gayeng dan meriah tetap terasa.
Oleh: ERWAN WIDYARTO
USAI salat Isyak warga hadir dan berkumpul di halaman Islamic Center yang dijadikan panggung Festival Kemerdekaan. Mengenakan pakaian bernuansa tujuh belasan: kombinasi merah putih dengan berbagai atribut, orangtua, remaja hingga anak-anak duduk lesehan di atas tikar yang disediakan Mamimuda. Sebagaimana tahun lalu Mamimuda –Muda Mudi Gumuk Indah– bertindak sebagai panitia.
BACA JUGA : UKM dari Jogja Unjuk Gigi di Toronto Kanada
Acara dimulai tepat waktu. Pukul 19.45 sudah on fire. Penampilan ibu-ibu Kopi Olga (Komunitas Pecinta Olahraga) Gumuk Indah langsung menghangatkan suasana yang terasa dingin malam itu. Alunan suara angklung membawakan lagu-lagu bernuansa kemerdekaan, Rek Ayo Rek dan lagu Jogja Istimewa dari Ndarboy Genks mampu membuat yang hadir ikut bernyanyi. Semoga tidak kena royalti hihihi

Bergantian kemudian tampil suguhan dari perwakilan 4 RT yang ada di RW 26 Gumuk Indah Sidoarum ini. Ada yang menampilkan beragam profesi yang berperan mengisi kemerdekaan—petani, olahragawan, dokter, dan lainnya. Tapi tidak ada politisi. Lalu ada yang membacakan puisi. Ada yang menyanyi dan ada komedi drama satu babak serta pentas teater mini episode Ande-ande Lumut.
BACA JUGA : Ketika Sampah di Desa Wisata Tidak Dikelola
Yang juga mendapat sambutan meriah adalah penyerahan hadiah. Yang menarik, dan mungkin tidak ada di tempat lain, selain hadiah untuk lomba yang digelar untuk anak-anak maupun bapak-bapak, ada lomba yang berkaitan dengan bank sampah. Sekadar diketahui, Perum Gumuk Indah punya bank sampah yang sudah ada sejak 2007.
Pengurus Bank Sampah Griya Sapu Lidi memanfaatkan momentum ini untuk memberi apresiasi kepada nasabah maupun wilayah RT yang berperan dalam keberlangsungan bank sampah. Untuk wilayah RT, penilaian dilakukan bersama Ketua Paguyuban Bank Sampah DIY Zaenal Mutakin. Selain memutari keempat RT –dari RT 8 hingga RT 11—melihat penghijauan yang ada, pengelolaan sampah yang dilakukan, dan kebersihan lingkungan, juga dilihat data keaktifan nasabah beserta dukungannya terhadap bank sampah.
BACA JUGA: Lubang Biopori Solusi Murah Atas Kekeringan
Setelah berdiskusi mengolah data penilaian, saat tirakatan itulah urutan pemenang wilayah RT diumumkan. Sebagai peringkat pertama RT 10 mendapatkan apresiasi uang pembinaan Rp 250 ribu. Peringkat kedua RT 8 dengan uang pembinaan Rp 200 ribu, ketiga RT 9 (Rp 150 ribu) dan RT 11 (Rp 100 rb).

Hadiah uang ini berasal dari nasabah bank sampah Griya Sapu Lidi sendiri yang selama ini dikelola oleh pengurus. Baik yang berasal dari prosentase pemotongan harga sesuai kesepakatan nasabah maupun margin keuntungan dari pengurus yang melakukan pemilahan lebih detail. Seperti diketahui, warga biasanya menyetorkan sampah pilah yang masih tercampur –misal botol plastik masih ada tutup dan labelnya—maka pengurus yang memisahkan tutup botol dan labelnya mendapat harga lebih tinggi.
Selisih harga yang dibayarkan ke warga atau nasabah dengan harga yang didapatkan pengurus dari pengepul itulah yang menjadi keuntungan bank sampah. Keuntungan inilah yang menjadi beaya operasional bank sampah dan dikembalikan lagi ke nasabah menjadi hadiah seperti kali ini. “Karena itu kami kembali mengingatkan agar keaktifan nasabah tiap RT terus ditingkatkan, “ ujar pembawa acara malam itu.
MAU WISATA KEBUGARAN? KLIK DI SINI
Selain wilayah RT dengan support terbaik ke bank sampah, juga diberikan hadiah kepada nasabah yang menyetorkan sampah terpilah dengan sangat baik. Kali ini diterima oleh Rini Jumadi dari RT 10. Para pengurus bank sampah memberi apresiasi kepada “Bu RW 26“ yang baru, yang selalu menyetorkan sampah pilahnya dengan rapi. Dipilah sesuai jenisnya dan seperti ditata.
Pemberian hadiah ke nasabah dengan pilahan terbaik ini untuk mengingatkan bahwa sesuai ketentuan peraturan perundangan, setiap penghasil sampah wajib memilah sampah sesuai jenis dan sifatnya. Dan sudah semestinya, sesiapa yang sudah melakukan pemilahan mendapat insentif. Ketika pemerintah belum melakukan, bank sampah Griya Sapu Lidi sudah mewujudkan. (wid)
