Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kaya dengan potensi wisata kebugaran (wellness tourism). Dengan warisan budayanya yang kaya dan tradisi yang mendalam dari Kesultanan Mataram, DIY menawarkan lebih dari sekadar pariwisata budaya.
Sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia, Yogyakarta memiliki tradisi dan nilai-nilai yang mendalam yang berkaitan dengan kesejahteraan tubuh dan jiwa. Salah satunya bisa dinikmati di Desa Wisata Widosari, Samigaluh, Kulonprogo.
BACA JUGA : Jalan Tol dan Tantangan Pembenahan Ekosistem Pariwisata
Desa Wisata yang masuk 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 ini memiliki pesona alam, budaya dan tradisi. Menteri Pariwisata (waktu itu) Sandiaga Uno pernah berkunjung ke Widosari dan menegaskan Desa Wisata Widosari telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022 yang terdiri dari tujuh kategori.
Standarnya antara lain, daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), homestay, toilet umum, digital dan kreatif, cleanliness, health, safety dan environment sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa.
BACA JUGA : GKR Bendara Cerita soal Jathilan yang Diminati Gen Z
Desa Wisata Widosari ini terletak di perbukitan Menoreh bagian utara dengan ketinggian ±900 Mdpl, dan jarak tempuh 36 km atau 1 jam 15 menit dari Kota Yogyakarta. Atau sekira 35 menit dari Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).
Pesona alam, budaya dan tradisi yang bisa dinikmati saat liburan sekaligus wisata kebugaran di antaranya:
- Sawah Terasering

Keindahan alam perbukitan Menoreh bisa dirasakan di sini. Sawah terasering Simbah Kiai Ali H bisa digunakan untuk makan siang para tamu. Di dalam dangau atau gubuk yang berada di tengah sawah yang menghijau, wisatawan disuguhi makanan tradisional sega wiwit. Saat menikmati makan, diiringi oleh gamelan Jawa yang syahdu yang langsung dimainkan oleh niyaga (pemain musik Jawa). Makan pun kian nikmat.
BACA JUGA : Pesan Gubernur DIY untuk Pelaku Pariwisata
Sego wiwit disantap bersama tambahan lauk di atasnya, di antaranya telur rebus, tahu goreng, tempe goreng, urap, ikan asin, teri, sayur kluwih, serta peyek. Tradisi ini mengajarkan tentang arti kebersamaan dan rasa syukur. Jiwa yang bersyukur adalah jiwa yang tenang.
2. Kebun Teh Kemadon

Selain leluasa menghirup udara segar, kadang berkabut syahdu, wisatawan akan disuguhi minum teh Jawa alami. Teh yang diolah langsung oleh warga. Bukan teh pabrikan. Uniknya, minum teh ini dibarengi dengan gula Aren yang digigit langsung sebelum teh-nya diseruput.
Suasana makin epic, dengan kudapan munyukan (kacang, singkong dan klemet) yang disajikan. Kudapan nir-minyak. Tanpa digoreng. Kudapan yang direbus sehingga lebih menyehatkan. Sesuai dengan spirit wellness tourism.
3. Yoga di Geosite Puncak Widosari

Wisatawan juga bisa meningkatkan kebugaran dengan berjalan kaki menuju geosite Puncak Widosari. Tak hanya berjalan, di sini wisatawan juga melakukan praktik yoga prana purba. Yang membantu menyelaraskan energi tubuh.
Yoga dengan iringan musik gamelan dan udara yang sejuk. Sesi yoga ini menghadirkan suasana yang menenangkan dan damai. Yoga ini bukan sekadar peregangan fisik melainkan sebuah metode untuk memperoleh keseimbangan dan kesadaran diri.
4. Sajian Jenang Maneka Warna

Usai melakukan yoga, wisatawan mendapat suguhan aneka sajian jenang yang terdiri dari berbagai jenis jenang. Jenang maneka warna (aneka macam). Seperto jenang sumsum, jenang candil, jenang mutiara, dan ketan hitam. Setiap rasa yang kaya melambangkan unsur kehidupan yang selalu harus dibalut dengan kesabaran, ketenangan, keberanian dan kebijaksanaan.
5. Pijat Kaki Tradisional

Sebagai penutup perjalanan, wisata wellness di Desa Wisata Widosari ditutup dengan pijat kaki tradisional. Pijat ini membantu memperlancar peredaran darah, meredakan ketegangan otot dan memberikan relaksasi yang mendalam. Pijat kaki tradisional ini dilakukan oleh terapis yang terlatih dan bersertifikat.

Nuansa budaya Yogyakarta makin terasa, karena saat kedatangan, di titik awal penerimaan tamu, wisatawan sudah diminta berganti pakaian tradisional budaya Jawa. Memakai jarik (kain) dan kebaya (untuk perempuan), dan beskap lurik (untuk laki-laki).
Ayooo siapa yang pengin liburan sekaligus meningkatkan kebugaran? Komentar di bawah dong! (wid)
