SLEMAN, Kabar Malioboro – Momentum Syawalan Paguyuban Kaur Pangripta Sleman menjadi ruang konsolidasi.
Bukan sekadar silaturahmi. Forum ini fokus pada dinamika perencanaan desa yang kian berubah.
Penyesuaian masa jabatan lurah jadi isu utama. Dampaknya langsung ke dokumen perencanaan. Mulai dari RPJMKal hingga APBKal.
Dihadiri perwakilan dari 86 kalurahan. Termasuk purna tugas dan pejabat yang telah mutasi. Kegiatan berlangsung di Secluded By Karma Resto, Karangmloko, Sariharjo, Ngaglik Rabu (15/4/2026).
Pertemuan ini mempertemukan lintas generasi perencana desa. Tujuannya menyamakan arah kebijakan. Sekaligus mempercepat adaptasi.
Ketua Paguyuban Yuni Cahyana menegaskan peran Kaur Pangripta makin strategis. Terutama dalam menjaga perencanaan tetap berbasis kebutuhan warga.
“Perencana desa tidak cukup administratif. Harus mampu membaca kebutuhan warga dan menjaga keadilan sosial dalam program,” ujar Kaur Pangripta Kalurahan Candibinangun, Pakem itu.
Yuni juga menyebut tantangan ke depan kian kompleks. Seluruh kalurahan harus menyusun RPJMKal tambahan dua tahun. Prosesnya dituntut cepat dan tetap berkualitas.
“Tambahan masa jabatan ini jadi ujian konsistensi. Program harus tetap terarah dan tepat sasaran,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan bottom-up harus tetap dijaga. Aspirasi warga tidak boleh terputus dalam proses perencanaan.
“Paguyuban ini bukan sekadar kumpul. Tapi ruang belajar bersama. Tempat berbagi praktik baik dan saling menguatkan,” imbuhnya.
Kegiatan juga diisi perkenalan anggota baru dari Sidomoyo dan Umbulmartani. Serta pamitan anggota yang mutasi dari Umbulmartani dan Margodadi.
Suasana berlangsung hangat dan cair. Namun substansi tetap kuat. Konsolidasi ini diharapkan menjaga perencanaan desa tetap adaptif, sinkron, dan berpihak pada masyarakat. (eyd)
