Tujuh Belasan di KBRI Termuda Dihadiri Legenda Sepakbola. Bagaimana Suasananya?

Headline Tugu


Kedutaan Besar Republik Indonesia( KBRI) termuda, Anda sudah tahu, berdiri pada Desember 2023 yaitu  KBRI Yaoundé. Ini ibukota negeri sepakbola Afrika, yang Anda pun tahu, Kamerun. Kehadirannya menegaskan komitmen untuk meningkatkan hubungan dengan Kamerun dan lima negara Afrika Tengah lainnya. Tak hanya itu, KBRI Yaoundé juga menjadi satu-satunya kedutaan besar negara ASEAN di Kamerun, sehingga berperan sebagai rumah bersama bagi komunitas ASEAN di Yaoundé.

—–

KEMERIAHAN HUT ke-80 Kemerdekaan RI menggema hingga ke Afrika Tengah. Di halaman KBRI Yaoundé, Kamerun, bendera Merah Putih pun berkibar. Diikuti pecahnya suasana saat lagu populer kekinian Indonesia seperti Stecu dan Tabola Bale didendangkan. Lomba-lomba khas 17-an seperti balap kelereng, makan kerupuk, dan joget balon membuat semuanya hanyut dalam kegembiraan penuh keakraban.

Tahun ini, dalam keterangan pers KBRI yang dikirim ke redaksi disebutkan, peringatan HUT RI ke-80 di Yaoundé sekaligus perayaan ASEAN Day ke-58 dihadiri lebih dari seratus lima puluh orang. Mereka terdiri dari masyarakat Indonesia dan ASEAN, serta sahabat Indonesia dari Kamerun. Turut hadir pula pejabat dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Ekonomi Kamerun.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera, tepat pada pukul 10.00 waktu setempat. Sang Merah Putih dikibarkan oleh Paskibra yang terdiri dari Axel dan Reski, dua frater asal Indonesia yang tengah menempuh studi teologi, serta Elsa, warga Kamerun berdarah Indonesia. Mereka juga menjadi pengibar bendera ASEAN, yang diserahkan oleh Duta Besar RI Yaoundé, Agung Cahaya Sumirat kepada wakil komunitas ASEAN, John Michael Balisi dari Filipina.

Bagi Elsa, ini adalah pengalaman pertama yang begitu mengharukan. “Saya merasa dekat dengan Indonesia, dan saya akan senang mendapatkan kesempatan yang sama lagi ke depannya,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng kemerdekaan, simbol syukur dan persatuan. Dubes Agung menyampaikan, “Perayaan ini bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi juga cerminan semangat solidaritas dengan negara-negara ASEAN dan persahabatan dengan masyarakat Kamerun. Kehadiran para sahabat Indonesia hari ini meneguhkan makna persaudaraan lintas bangsa dan budaya,” ungkap Dubes asal Wates, Kulonprogo ini.

Legenda #sepakbola dari Kamerun #Cameroon yang pernah bermain di Indonesia: Bako Sadissou (#Baritoputra), Emmanuel Maboang Kessack (Persija, #Persita), Herman Abanda (#Persija, #Persipura) dan Soau Usman (#Persisam).

Di antara tamu yang hadir, tampak pesepakbola legendaris Kamerun, Emmanuel Maboang Kessack, yang pernah membela Pelita Jaya dan menjadi bagian dari skuad Kamerun yang menumbangkan Argentina di laga pembuka Piala Dunia 1990. Ia hadir bersama pesepakbola lain yang pernah merumput di Indonesia, seperti Bako Sadissou (Barito Putra), Sao Ousmane (Putra Samarinda), dan Herman Abanda (Persija, Persib). Hadir pula rapper kondang ibukota, Stanley Enow, satu-satunya musisi Kamerun yang pernah dinominasikan dalam MTV Africa Music Awards.

Sementara itu, Sylvain Bolin Tchouanou, seorang diplomat Kamerun yang hadir namun belum pernah mengunjungi Indonesia, mengaku terkesan dengan keakraban dan kekeluargaan yang dihadirkan di acara ini. Ia berharap suatu hari nanti, ia dapat ditugaskan ke Indonesia dan mengenal Indonesia lebih dalam lagi melalui masyarakat dan budayanya.

Dari lapangan KBRI di Yaoundé, riuh gembira semuanya menghadirkan sepotong kampung halaman, dengan Merah Putih dan bendera ASEAN berkibar, diiringi persaudaraan yang tak mengenal jarak dan perbedaan. (wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *