GIPI DIY Kerjasama dengan KHD
Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Tawarkan Kantong dan Sedotan dari Singkong

Headline Wisata

Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto (kanan) menandatangani kerjasama dengan KHD yang diwakili Sifa Fauziah. (Foto: Erwan W)

YOGYA – Momentum Syawalan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di DIY, dimanfaatkan oleh DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY untuk menegaskan visi memperkuat pariwisata berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, GIPI DIY menjalin kerjasama dengan Kharisma Hijau Daun (KHD). KHD merupakan produsen kantong dan sedotan ramah lingkungan berbasis singking (cassava).

BACA JUGA : GIPI dan Dispar DIY Dampingi Kasaningrat dan Dewi Tinalah

Penandatanganan kerjasama GIPI DIY dengan KHD dilakukan oleh Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setya Aji dan Sifa Fauziah mewakili owner KHD, Hermanto. Penandatanganan disaksikan oleh para “pemilik saham“ GIPI DIY yakni para ketua asosiasi anggota GIPI. Hadir pula sejumlah mitra GIPI.

Telihat di antaranya Senator DPD DIY Ahmad Syauqi Soeratno, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari,  Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, Deputi Bank Indonesia Perwakilan DIY Hermanto, GM YIA M Thamrin, Kapolda DIY diwakili Ditpamobvit Polda DIY. Hadir pula, Direktur Utama Bank BPD DIY yang diwakili R. Wahyu Wijonarko (Pemimpin Divisi Kredit), Ketua KADIN diwakili Arif Effendi (Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata KADIN DIY), Ketua ISEI DIY diwakili Bambang P Hadi, SE, MM (Wakil Bendahara 1 ISEI DIY) dan perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota.

Usai menandatangani kerjasama, Bobby menyampaikan beberapa hal.

Kerjasama ini, menurut Bobby penting untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. “Perlu saya tegaskan sekali lagi, dengan kerjasama ini kami ingin mendorong Yogya untuk lebih clean, bersih. Dan pariwisata Yogya bisa lebih merawat lingkungan dengan tidak menambah masalah sampah plastik,“ tegas Bobby.

BACA JUGA : Syawalan, Gubernur Ingatkan Peran Strategis GIPI

Sifa dari KHD menjelaskan, perusahaannya merupakan produsen berbagai kebutuhan kantong daur ulang (recycle) maupun kantong yang mudah terurai (biodegradable). Termasuk sedotan biodegradable. Mudah terurai di alam sehingga tidak mengotori lingkungan.

Hermanto, ketika dihubungi Kabar Malioboro menegaskan keinginannya untuk turut memajukan pariwisata di Indonesia. Tidak hanya di DIY. PT Kharisma telah lebih dulu bergerak di Bali.

Dan untuk produksi kantong dan sedotan berbasis cassava ini, kata Hermanto, Kharisma telah mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono di Bogor tahun lalu.

BACA JUGA : Menyoal Kata Buang dalam Pengelolaan Sampah

Penghargaan diberikan karena Kharisma telah berhasil mengekspor kantong dan sedotan cassaa ini ke Jepang. Dan produk inipun mendapatkan green certification dari Jepang.

“Saya berpikir produk ini cocok untuk industri pariwisata yang sering dituding sebagai penyumbang sampah yang sulit terurai. Maka kami tawarkan ke GIPI DIY. Dan, rupanya, visi ini sejalan dengan GIPI DIY,“ ujar Hermanto.

Hermanto menambahkan, untuk anggota GIPI DIY ada skema khusus yang dia sepakati. Dia jelaskan, kerjasama ini akan memberikan kemanfaatan tidak hanya bagi GIPI sebagai himpunan sejumlah asosiasi, tetapi masing-masing asosiasi anggota GIPI pun akan mendapatkan kemanfaatan.

“Dan tentu saja, kemanfaatan utama adalah memperkuat pariwisata berkelanjutan dengan produk-produk yang ramah lingkungan,“ tandasnya.

Sepertinya, momentum ini juga relevan dengan perkembangan industri plastik di Indonesia. Kenaikan bahan plastik telah mendorong pemerintah mengembangkan bahan alternatif lain. Yakni singkong dan rumput laut.

Selain itu, kerjasama ini sepertinya juga menegaskan pesan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X. HB X menyatakan bahwa GIPI diharapkan mampu  menjadi ruang konsolidasi gagasan. Tempat di mana pengalaman lapangan bertemu dengan kebijakan dan di mana tantangan diterjemahkan menjadi langkah-langkah solutif. (wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *