ESAI
Totok dan Mesin-Mesin yang Menulis Takdir
OLEH : AK SUPRIYANTO Di bengkel semi-industrial utara Solo, sebelum jalanan luruh ke Kaliyoso, aku menemukan kembali Totok yang hilang. Debu kayu jati beterbangan seperti serpihan waktu yang lupa bersihkan diri, dan di antara aroma solder listrik serta tumpukan komponen mesin, ia berdiri—ceking seperti ingatan masa SMP, tapi dengan lengan yang kini bercerita tentang gravitasi […]
Lanjutkan baca