PAMERAN DRAWING
Keraton dan Kotagede Jadi Panggung “Utthana 2026”

JOGJA — Semangat menggambar kembali digaungkan melalui Pameran Drawing bertajuk “Utthana 2026” yang digelar komunitas GOART Drawing Jogja di dua lokasi ikonik Kota Gudeg, yakni Kagungan Dalem Museum Wahana Rata Keraton Yogyakarta dan Aileen Gallery Kotagede. Pameran yang menjadi bagian dari peringatan Mei Bulan Menggambar Nasional ini menghadirkan puluhan perupa dari berbagai daerah dengan ragam […]

Lanjutkan baca

ESAI
Dopamin yang Disuling dari Hujan Senja

OLEH: AK SUPRIYANTO Jogja selalu menyenangkan. Selalu kurindukan. Tubuhku seperti merilis sejenis hormon yang tak bernama—mungkin sejenis dopamin yang disuling dari hujan senja, dari asap angkringan, dari debu jalan-jalan kecil yang dulu pernah kujejaki dengan sandal jepit dan mimpi yang masih basah. Kendati banyak segi dari kota ini berubah drastis, lanskap maupun kehirukpikukannya, ada semacam […]

Lanjutkan baca

Tasbih Raksasa di Tamalabba

OLEH: AK Supriyanto SEBELUM menjadi ”Bapak APAR (Alat Pemadam Api Ringan)”, Haris hanyalah seorang lelaki yang takut pada api. Bukan takut yang biasa, yang membuatnya menjauh dari tungku atau berhati-hati dengan korek. Tapi, takut yang bersarang di tulang rusuk, yang membuatnya terbangun di malam hari hanya untuk memeriksa colokan listrik, yang membuatnya selalu duduk di […]

Lanjutkan baca

ESAI
Catatan Bagi yang Hendak Pulang

OLEH: AK Supriyanto —untuk penumpang kereta yang tubuhnya tak sempat tiba Pernahkah engkau dengar bagaimana rel bernyanyi di malam hari? Bunyi itu—tak-tak-tak, tak-tak-tak—adalah detak jantung tanah Jawa, irama yang kuhafal sejak usia belia. Ketika gerbong-gerbong Senja Utama mulai meluncur dari Stasiun Tugu, ketika Matarmaja membelah pematang sawah yang menguning di senja hari, ketika KRL Commuter […]

Lanjutkan baca

ESAI AK Supriyanto
Kenangan yang Diasinkan

DI TANAH rantau yang berhawa sejuk ini, aku adalah sebongkah kenangan yang terapung-apung di antara dua arus. Yang satu arus laut Pantura nan bergemuruh dan asin, yang telah mengaliri pembuluh darahku sejak kanak-kanak. Satunya lagi arus sungai-sungai tenang dan kolam-kolam sunyi di dataran tinggi Priangan, yang airnya tawar, yang napas ikannya berlumpur dan berbau tanah. […]

Lanjutkan baca

ESAI AK Supriyanto
Para Penjaga Cahaya

(Renungan di Hari Pendidikan Nasional) DI BAGIAN selatan Pekalongan, di sebuah desa yang bahkan angin pun enggan singgah, pernah hidup seorang guru muda. Ia adik perempuanku, anak ketiga dari empat bersaudara, yang memilih jalan sunyi sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar yang nyaris dilupakan peta. Setiap pagi, sebelum masa subuh usai, ia sudah menggenjot […]

Lanjutkan baca

ESAI AK Supriyanto
Biru yang Menari di Kanvas Memoriku

Pagi itu, biru menyergapku tanpa permisi. Dua puluh lima tahun adalah gurun yang cukup luas untuk menenggelamkan seluruh pameran seni yang pernah kusinggahi. Aku telah menjadi asing pada diriku sendiri—pada lelaki muda yang dulu mencintai garis, mencumbui tekstur, dan meniduri warna dengan kata-kata. Jurnalisme budaya telah lama kutinggalkan, seperti kanvas yang tertutup debu di sudut […]

Lanjutkan baca