“Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejatinya perlu dimaknai sebagai perwujudan hidup dari nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan jati diri masyarakat. Yang dijual adalah pengalaman dan makna bukan destinasi semata. “
Begitulah yang ditekankan Gubernur DIY Hamengku Buwono X dalam sambutannya pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 DPD GIPI DIY, Selasa (29/7/2025). Rakerda digelar di Ruang Mataram Kantor Bank Indonesia Perwakilan DIY. Sambutan dibacakan oleh Pj Sekda DIY Arya Nugrahadi.
Sejumlah pemangku kepentingan dunia pariwisata hadir dalam rangkaian akhir acara Rakerda ini . Di antaranya anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara, Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, Kepala BI Kantor Perwakilan DIY Sri Darmadi Sudibyo, Wakil Ketua Komisi B Danang Wahyu Broto, perwakilan BPD DIY, perwakilan kepala dinas pariwisata kabupaten/kota, perwakilan perguruan tinggi pariwisata.
Lebih lanjut Gubernur menambahkan, dalam pariwisata itulah, kita membuka ruang perjumpaan, bukan sekadar pergerakan orang. “Dan itu semua harus kita bentuk bersama. Oleh pelaku industri, oleh masyarakat dan oleh semua simpul ekosistemnya, “ pesan Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan agar pelaku industri tidak abai pada dinamika dunia. Adalah fakta, bahwa kita saat ini sedang berhadapan dengan tantangan yang bersifat sistemik. Antara lain oleh perubahan konsumsi wisatawan, tuntutan akan pariwisata berkelanjutan, sampai isu-isu geopolitik dan iklim global.
Itu semua adalah tantangan ekosistem. Bukan tantangan sectoral. Karenanya harus bisa dijawab lewat kerjasama lintas batas dan lintas peran. “Di sinilah GIPI menjadi penting. Sebuah forum yang menyatukan kekuatan dari berbagai asosiasi, bukan hanya untuk memperjuangkan kepentingan sectoral masing-masing, tetapi juga menghadirkan satu suara dalam pengembangan pariwisata yang bermartabat dan berkelanjutan di DIY, “ lanjut Gubernur.
Ditekankan pula agar GIPI bukan hanya sebagai representasi industri tapi juga sebagai penentu arah etik dan keberlanjutan pariwisata. Bukan hanya bicara angka tapi juga nilai. Bukan hanya soal promosi tapi juga proteksi.
“GIPI DIY harus menjadi penjaga semangat kolektif dan penghubung kepentingan yang beragam dalam industri. Adapun forum Rakerda ini harus menjadi momentum untuk membaca ulang arah, memperkuat nilai dan menyusun strategi yang relevan dengan zaman, “ tambahnya.
Di akhir sambutannya, ditegaskan bahwa pemerintah daerah DIY senantiasa terbuka untuk dialog terbuka untuk inovasi, dan siap mendukung langkah-angkah nyata dari sektor pariwisata. Selama itu membawa kemanfaatan yang lebih luas dan berjangka panjang.
Rakerda yang dihadiri pengurus GIPI DIY sejak pagi, berhasil menetapkan program kerja untuk periode 2025-2026. Program kerja dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya transformasi pariwisata berkelanjutan dan menciptakan ekosistem pariwisata di DIY yang semakin tertata dan terorkrestasi dengan baik.
Program kerja ini oleh Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto kemudian diserahkan kepada Dewan Penasehat GIPI DIY yang diwakili oleh GKR Bendara. Dewan Penasehat GIPI DIY terdiri dari para ketua asosiasi anggota GIPI DIY. Saat ini tercatat 22 anggota asosiasi industri dan asosiasi profesi yang tergabung di DPD GIPI DIY.
Usai penyerahan secara simbolis program kerja DPD GIPI kepada Dewan Penasehat, acara dilanjutkan dengan Sambung Rasa bersama Wakil Ketua DPDR DIY Budi Waljiman. Dirangkai dengan pemaparan sejumlah supporting system dalam ekosistem pariwisata yakni dunia perbankan –hadir Bank BJB Kantor Cabang Pembantu Prambanan dan dari dunia fotografi, Kencana Photo.
Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 DPD GIPI DIY ditutup dengan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Pengembangan Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seluruh kegiatan berlangsung di Ruang Mataram Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY pada Selasa (28/7/2025). (wid)
