UIN Sunan Kalijaga Bangun Gedung Baru Dibiayai Melalui SBSN

Kaki Lima

DIMULAI : Wamenkeu Suahazil Nazara didampingi Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin saat ground breaking pembangunan gedung Kuliah Terpadu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pembangunan ini merupakan alokasi dari SBSN yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

SLEMAN – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahazil Nazara melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta selama dua hari Kamis (7/7) dan Jumat (8/7). Hari pertama kunjungan, Wamenkeu beserta jajaran melakukan Inspeksi Pembangunan Jalur Kerata Api Bandara NYIA yang dibiayai melalui SBSN. Sekaligus penandatanganan prasasti penanda aset di sekitar New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Hari kedua, acara dilanjutkan dengan melakukan Launching Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu SBSN Proyek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2022 yang dibiayai melalui SBSN dan penandatanganan prasasti penanda aset di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hal ini sebagai penanda dimulainya proses pembangunan proyek insfrastruktur tersebut mulai tahun 2022. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan juga memberikan public lecture kepada civitas akademika di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Hari ini kita akan melakukan launching pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ini merupakan alokasi dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan,” ujar Suahazil Nazara membuka sambutannya pada acara Launching Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu SBSN Proyek di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Suahazil menjelaskan SBSN merupakan utang yang bersifat syariah. Dijalankan dengan memenuhi seluruh prinsip syariah yang mana utang tersebut boleh dilakukan kalau ada basisnya dan struktur utangnya harus di-endorse oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Dalam hal ini, basisnya adalah untuk membangun UIN Sunan Kalijaga,“ tambahnya.

Lebih lanjut Wamenkeu menerangkan jika utang dipakai dengan produktif maka akan menghasilkan sesuatu yang produktif. “Pada saat nanti gedung telah terbangun dan menghasilkan lulusan yang pintar, maka akan membangun ekonomi Indonesia dan itu akan sangat bermanfaat,” terangnya .

Pihaknya men-support penggunaan keuangan negara untuk pembangunan pendidikan. “Secara khusus, konstitusi kita memberi amanah 20% belanja negara harus untuk sektor pendidikan, ini kita lakukan secara bertanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara kita,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin mengatakan program SBSN dinilainya cukup membantu dan sangat bermanfaat. Rencananya gedung yang dibangun dengan dana SBSN tersebut akan digunakan untuk Fakultas Sains dan Teknologi dan Fakultas Tarbiyah. Keduanya juga telah terakreditasi unggul. “Jadi berkat Kemenkeu dan SBSN insyallah berkah dan manfaat,” tutupnya. (eyd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *