YOGYA – Posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY yang setahun ini lowong, saat ini berada di tangan Abdul Ghofar Ismail, SIP, MIBL. Diplomat Ahli Madya Kementerian Luar Negeri ini dilantik oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X pada acara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kamis (12/02) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Hamengku Buwono X menegaskan bahwa estafet kepemimpinan merupakan transformasi budaya kerja birokrasi. Ia menuntut pimpinan baru untuk mengalihkan gaya kerja dari pola yang kaku menjadi kolaborasi berbasis data guna menjawab ekspektasi publik yang kian tinggi. Kepemimpinan di era disrupsi ini menurut HB X tidak lagi bisa dijalankan hanya sebagai rutinitas administratif.
Efektivitas organisasi, kata HB X, tidak hanya ditentukan oleh sistem yang canggih, melainkan kualitas relasi kerja di dalamnya. Gubernur HB X juga menyinggung konsep leader member exchange (LMX), di mana pemimpin harus hadir, mendengar, dan berjalan bersama timnya.
“Strategi boleh tepat, sistem boleh canggih. Tetapi, tanpa kepercayaan antarmanusia, keduanya tidak akan menghasilkan dampak. Ketika kepercayaan tumbuh, perintah berubah menjadi kesepahaman dan pekerjaan bertransformasi menjadi kolaborasi,” tegas Gubernur.
Mengingat DPMPTSP adalah garda terdepan dalam pelayanan investasi, Gubernur memberikan catatan khusus mengenai transformasi digital. Teknologi hanyalah enabler atau alat bantu. Keberhasilan pelayanan tetap ditentukan oleh integritas dan cara berpikir manusianya.
“Transformasi digital sejatinya adalah transformasi budaya kerja: dari birokratis menjadi adaptif, dari kompetisi menjadi kolaboratif, dari reaktif menjadi berbasis bukti,” imbuhnya.
HB X berpesan agar pemimpin baru ini mampu menata kejernihan batin sebelum menata organisasi. Menurutnya, dari batin yang teduh akan lahir keputusan yang arif, yang pada akhirnya membangun legitimasi kepemimpinan di mata masyarakat.
Yang juga dipesankan Gubernur kepada pejabat baru ini adalah bahwa keistimewaan DIY harus dirasakan masyarakat melalui manfaat nyata. Dengan pengisian jabatan definitif ini, diharapkan DPMPTSP DIY dapat bergerak lebih lincah dan memberikan kepastian layanan yang lebih presisi bagi para pelaku usaha maupun masyarakat luas.
Ghofar Ismail adalah alumnus Hubungan Internasional Fisipol UGM. Pria asal Klaten ini adalah diplomat muda pada Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jederal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI.
Menanggapi pelantikannya sebagai Kepala DPMPTSP DIY, pria penggemar tenis ini hanya berkata singkat. “Mohon doanya nggih, semua dilancarkan,” kata pria yang mengenakan pakaian tradisional Jawa warna coklat saat pelantikan. (wid)
