KABAR MALIOBORO–Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kokoh di angka 5,11%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Bank berlogo pita emas ini mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp2.829,9 triliun, tumbuh signifikan 16,6% secara tahunan (year on year/YoY).
Keberhasilan ini didorong oleh penyaluran kredit yang ekspansif namun terukur, serta transformasi digital yang semakin dalam merasuk ke ekosistem nasabah ritel maupun wholesale.
Intermediasi Kuat: Kredit UMKM Jadi Tulang Punggung
Bank Mandiri membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Saat industri kredit UMKM nasional mengalami perlambatan, kredit UMKM Bank Mandiri justru tumbuh kuat 4,88% YoY. Secara keseluruhan, total penyaluran kredit perseroan mencapai Rp1.895,0 triliun, meningkat 13,4% YoY.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa pertumbuhan ini adalah hasil dari strategi pembiayaan yang selektif pada sektor produktif. “Kami fokus pada ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL di level 0,96%,” ujar Riduan dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (05/02).
| Indikator Keuangan | Realisasi 2025 | Pertumbuhan (YoY) |
| Total Aset | Rp2.829,9 Triliun | +16,6% |
| Penyaluran Kredit | Rp1.895,0 Triliun | +13,4% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp2.105,8 Triliun | +23,9% |
| Laba Bersih | Rp56,3 Triliun | Solid |
| Rasio NPL Gross | 0,96% | Membaik |
Akselerasi Digital: Livin’ dan Kopra Jadi Penggerak Utama
Transformasi digital menjadi “bahan bakar” utama pertumbuhan profitabilitas. Sepanjang 2025, super app Livin’ by Mandiri telah menembus 37,2 juta pengguna, naik 27% YoY. Aplikasi ini tidak hanya melayani transaksi harian, tetapi telah berevolusi menjadi ekosistem gaya hidup dan investasi yang terpersonalisasi.
Di sisi lain, platform Kopra by Mandiri memperkokoh dominasi bank di segmen wholesale dengan menyediakan solusi satu pintu untuk cash management dan trade finance. Sinergi digital ini berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun, di mana dana murah (CASA) tumbuh 12,6% YoY menjadi Rp1.431,4 triliun.
Mitra Strategis Pemerintah dan Komitmen ESG
Sebagai bagian dari BUMN, Bank Mandiri aktif mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut nyata dalam penyaluran KUR sebesar Rp41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM, hingga keterlibatan aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekonomi desa.
Tak hanya itu, Bank Mandiri menunjukkan taringnya dalam implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance). Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp316 triliun, dengan pangsa pasar pembiayaan hijau melampaui 35% di antara bank besar nasional. Prestasi ini diganjar dengan skor ESG Risk Rating dari Sustainalytics yang masuk kategori ‘negligible risk’ (9,5), posisi yang sangat kompetitif di level global. (*)
