Ada-ada saja ulah seniman. Ada kanal Youtube dapat penghargaan, eh mereka menggelar pameran. Tapi begitulah yang terjadi di Loman Park Hotel, Gejayan.
Lalu, bagaimana ceritanya?
Begini. Pada Agustus 2024 lalu, satu kanal Youtube milik dosen ISI Yogya mendapat penghargaan. Nah, senada dengan penghargaan YouTube yang telah diberikan untuk kanal Painting Explorer yakni ‘Silver Play Button’, para ‘murid‘ Painting Explorer pun menggelar pameran bertema Silver.
Pameran yang berlangsung 28 Juni-20 September 2025 ini menyuguhkan lukisan hasil kuliah online di kampus eh… channel tersebut dan juga karya seniman bintang tamu.
‘Kampus Seni Lukis‘ Painting Explorer adalah kampus online di kanal YouTube Painting Explorer yang menggelar pameran lukisan secara onsite. Pameran bertajuk Silver yang digelar di Loman Park Hotel, Jalan Affandi, Jogja ini merupakan pameran ke-5.
Seniman Painting Explorer yang berpameran di antaranya Adi Riadi, Cahya, D. Koestrita, Deni Je, Eko Budi Santoso, Faiz Akmal, Fauzi Bartis, Hanfal, Heri Susanto (HS), Ibrahim Kariba, Kevin Setiawan, Moell, M. Rizqon F., Nia Nurmawati, Putu Purnawati, Riyanto, Wimal, Rosinda Kartika, Rully Suy, Vlad D. Ville, dan Widdy Endrayanto.
Sedangkan Seniman Bintang Tamu-nya Dadi Setiyadi, Elfara Benina Alphyna Khimsi, Fadhil Ahmad Bahrul ‘Alam, Joseph Wiyono, Solichin Kadar Muhammad, dan Sufi Ali Ridho.
Deni Je, pemilik kanal Painting Explorer menguraikan Painting Explorer mendapatkan Silver Pay Button pada bulan Agustus 2024. ” Bagi kanal YouTube Painting Explorer, penghargaan ini tidak digapai dengan mudah; banyak channel lain yang memperolehnya dalam waktu singkat. Kami perlu waktu 6 tahun sejak akun ini diluncurkan 7 Januari 2018,” paparnya.
Saat tulisan ini dibuat, Painting Explorer telah memiliki 117.253 subscribers dan 21.852.810 views dari 4,286 video. Kendati mengangkat niche yang tidak sepopular ‘politik‘ atau ‘sepakbola‘ di Google Trends, Deni Je konsisten menghidupkan kanalnya dengan model yang menarik: kuliah melukis online.
Proses belajar mengajar di Painting Explorer terhitung mendisrupsi sistem pendidikan seni konvensional. Disrupsi merupakan lompatan inovasi dari sistem lama menuju tatanan baru. Di Painting Explorer, perkuliahan dapat diikuti kapan pun dengan tetap dimulai dari tugas pertama.
Tidak ada batasan usia. Yang telah berjalan, mahasiswa tertua berusia 63 tahun dan termuda 9 tahun. Kelulusan tidak tergantung pada lama studi, tetapi kemampuan mencipta karya seni. Mahasiswa Painting Explorer akan diwisuda jika dapat berpameran tunggal dengan 25 lukisan.
Metode yang digunakan dalam pengajaran adalah kritik seni. Tapi, kritik bukan berarti mencari-cari kesalahan apalagi mencaci-maki karya ‘mahasiswa‘. Kritik seni bermakna melihat secara seksama baik kelebihan maupun kekurangan karya agar ‘mahasiswa‘ ke depan dapat membuat karya seni yang lebih kuat.
Cara bergabung sangat sederhana, calon mahasiswa tinggal menekan tombol ‘Gabung’ atau ‘Join’ Painting Explorer Channel, tempatnya di dekat tombol subscribe, lalu memilih kelas yang ditawarkan. Terdapat 5 kelas dalam edukasi seni ini, yaitu: Kuliah Seni Lukis Sit In, Kuliah Seni Lukis Placement, Kuliah Sketsa & Still Life, Kuliah Seni Lukis Elementer, dan Kuliah Seni Lukis Advance.
Saat proses pendidikan, karya peserta kuliah dikumpulkan di Google Classroom dan dibahas lewat live YouTube Membership. Peserta yang tidak sempat mengikuti live streaming tetap dapat mengakses rekaman kelas kapanpun. Adapun koordinasi kelas dilakukan dalam grup WA.
Anda tertarik ikut kuliah? Sayangnya sejak 11 Juni 2025 YouTube menghentikan monetisasi kanal Painting Explorer. Sehingga untuk sementara, dan dalam batas waktu yang belum ditentukan, program kuliah online Kampus Seni Lukis Painting Explorer belum dapat dijalankan. Kalau begitu, lihat pamerannya saja dulu. Silakan datang ke Loman Park dari tanggal 28 Juni-20 September 2025. (wid)
