Rupiah Bergejolak? Asuransi Dwiguna Dolar Jadi Solusi Cerdas Amankan Aset dari Krisis Global

ꦲꦼꦄꦣ꧀ꦭꦶꦤꦺ

ilustrasi

KABAR MALIOBORO–Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi dunia. Gejolak ini tidak hanya mendongkrak harga energi, tetapi juga menyebabkan volatilitas tinggi pada pasar keuangan dan menekan nilai tukar rupiah. Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, masyarakat kini mulai melirik asuransi dwiguna berbasis dolar Amerika Serikat (USD) sebagai instrumen perlindungan finansial yang dinilai lebih resilien.

Produk asuransi dwiguna USD menawarkan keunggulan ganda: proteksi jiwa sekaligus penjaga nilai aset dari risiko depresiasi mata uang domestik. Pengamat asuransi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Teguh Qoyyimi, ASAI, Ph.D, melihat fenomena ini sebagai sinyal positif atas meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap manajemen risiko finansial.

“Masyarakat sekarang lebih aware terhadap peluang ke luar negeri, seperti pendidikan dan pekerjaan, sehingga muncul kebutuhan proteksi yang relevan secara global,” ungkap Danang.

Strategi Menghadapi Gejolak Kurs

Selain aspek perlindungan, asuransi berbasis dolar menjadi relevan sebagai langkah diversifikasi mata uang di tengah dunia yang kian terhubung. Stabilitas dolar AS dibandingkan mata uang lainnya menjadikannya pilihan antisipatif yang diminati konsumen. Meski demikian, Danang mengingatkan pentingnya memahami risiko nilai tukar dan perbedaan suku bunga antarnegara dalam perhitungan aktuaria sebelum mengambil keputusan.

Merespons tren tersebut, sejumlah pemain besar industri asuransi telah meluncurkan solusi inovatif, salah satunya AXA Mandiri melalui produk Asuransi Mandiri Wealth Signature USD yang dirilis akhir 2025 lalu. Produk dwiguna kombinasi ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah dengan dua pilihan, yakni Plan Saving untuk tujuan akumulasi kekayaan atau Plan Protection untuk perlindungan jiwa yang maksimal dalam mata uang USD. Dengan perencanaan matang, instrumen ini menjadi bagian krusial dari strategi keuangan jangka panjang untuk menghadapi kompleksitas ekonomi global. (*)

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *