Tirta Suci dan Tanam Pohon, Cara Sendangadi Sleman Jaga Sumber Air

ꦄꦼꦮ꦳ꦼꦤ꧀ꦠ꧀


SLEMAN, Kabar Malioboro – Ancaman krisis air kian terasa. Kalurahan Sendangadi, Mlati, Sleman, memilih memperingati hari jadi ke-78 tahun ini secara sederhana, penuh sarat makna dan kebersamaan

Tradisi pengambilan Tirta Suci dari sumber mata air dan penanaman pohon pun digelar sebagai pengingat pentingnya menjaga sumber kehidupan.

Penjabat Lurah Sendangadi Reza Uud Firmansyah mengatakan hal ini sejalan dengan tema perayaan tahun ini. Yakni Sendangadi Nyawiji Hanggayuh Mukti.

“Kesederhanaan tidak mengurangi esensi kebersamaan. Justru ini menjadi pengingat bahwa kemajuan dibangun dari persatuan warga,” ujarnya.

Dijelaskan, posesi pengambilan Tirta Suci dilakukan para bregada sebagai simbol rasa syukur dan pembersihan diri. Acara kemudian ditutup dengan tausiyah oleh KH. Sigit Nur Sahid.

Reza menambahkan rangkaian peringatan juga diisi ziarah ke makam mantan pamong serta anjangsana kepada pamong purna tugas sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Sementara, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa tampak hadir memimpin upacara sekaligus ikut menanam bibit pohon.

Danang mengungkapkan prosesi dimaknai sebagai upaya menjaga keseimbangan hidup, melestarikan mata air, dan meninggalkan manfaat bagi generasi mendatang.

“Kelestarian sendang harus terus dijaga, karena air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup,” kata Danang.

pihaknya mengajak masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai ruang evaluasi bersama, terutama dalam pelayanan publik.

“Kalau masih ada kekurangan dalam pelayanan masyarakat, mari kita benahi dan tingkatkan bersama,” tegasnya. (eyd)

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *