YOGYA- Komunikasi yang baik sangat berperan dalam meningkatkan kinerja organisasi maupun usaha jasa pariwisata. Kasus keberhasilan dalam industri pariwisata (turisme) seringkali melibatkan komunikasi yang efektif antara karyawan dengan rekan-rekannya dan antara agen perjalanan dan pelanggan.
“Ketika agen memberikan informasi yang akurat tentang destinasi wisata dan layanannya, hal tersebut dapat meningkatkan reputasi agen dan menarik lebih banyak wisatawan, “ papar Dr Ayu H Cornellia saat memberikan pelatihan Komunikasi Efektif kepada pengurus DPD GIPI DIY Jumat (8/8/2025) di Kampus STIE Pariwisata API.
BACA JUGA : Jalan Tol dan Tantangan Pembenahan Ekosistem Pariwisata
Selain komunikasi di agen perjalanan, Ayu Cornellia juga mencontohkan pada hotel dan restoran. Dalam hotel dan restoran, katanya, komunikasi yang baik antara staf dan tamu sangat penting untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Misalnya, menyapa tamu dengan ramah dan menjawab pertanyaan mereka dengan jelas dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Pelatihan yang berlangsung selama 2,5 jam ini berlangsung hangat dan interaktif. Apa yang disampaikan Ayu sangat relate dengan dunia industri pariwisata yang ditekuni para peserta. Baik dalam menjalankan bisnisnya maupun ketika berorganisasi di dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).
BACA JUGA: Anda Kerja dan Mau Kuliah Tidak Ribet?
Saat pelatihan berlangsung, para pengurus GIPI juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya berkomunikasi dengan klien maupun dengan sesama pengurus GIPI. Ayu Cornellia mendengarkan dengan seksama. Dan kemudian meresponnya.
Ayu Cornellia menegaskan bahwa kunci utama memahami perspektif orang lain dan membangun hubungan yang lebih kuat adalah dengan mendengarkan aktif. “Hal ini menunjukkan rasa hormat dan perhatian terhadap lawan bicara, “ kata Doktor Pemasaran Pariwisata dari UGM ini.
BACA JUGA: GKR Bendara Cerita Soal Jathilan
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan mendengarkan? Menurut Ayu, mengembangkan kemampuan mendengarkan dapat dilakukan dengan fokus penuh pada yang sedang berbicara, menghindari gangguan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif setelah mendengarkan.
“Misalnya saat ini, kalau Anda sedang mendengarkan saya, semestinya jauhkan HP Anda. Boleh sesekali melihat ketika ada pesan penting yang menyangkut pekerjaan, “ tambah perempuan yang aktif sebagai relawan fundraising Sahabat Cempluk, satu komunitas untuk pasien Lupus ini.
Perempuan yang pernah menjadi Top 10 Public Relations & Communication Leaders 2023 versi CEO Insights Asia ini juga memaparkan tentang Fixed Mindset dan Growth Mindset. Dari konsep ini, para peserta diperlihatkan bagaimana sebaiknya mindset yang harus dimiliki dan dikembangkan. Selalu berpikir positif, bersyukur pada apa yang sudah diraih sampai hari ini dan tidak menyalahkan pihak lain adalah contoh-contoh mindset yang mesti dikembangkan.
BACA JUGA: Dubes Muhsin Perkuat Jembatan Budaya Indonesia-Kanada
Sebelum pelatihan dimulai, Ketua Umum DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto mengatakan bahwa pengurus GIPI berasal dari asosiasi yang beragam. Ketika berada dalam satu kepengurusan, tentu memerlukan pemahaman yang sama sehingga organisasi bisa berjalan dengan baik. Untuk kepentingan seperti itulah pelatihan komunikasi efektif ini diselenggarakan.
Hal tersebut digarisbawahi Ayu. Untuk menghindari kesalahan komunikasi, penting bagi organisasi seperti GIPI untuk melatih pengurus dalam keterampilan komunikasi. Termasuk mendengarkan aktif dan penyampaian informasi yang jelas. Dengan demikian, pengurus GIPI dapat lebih baik ketika berinteraksi dengan mitra dan mencegah kesalahpahaman di lingkup internal. (wid)
