ESAI
Catatan Bagi yang Hendak Pulang
OLEH: AK Supriyanto —untuk penumpang kereta yang tubuhnya tak sempat tiba Pernahkah engkau dengar bagaimana rel bernyanyi di malam hari? Bunyi itu—tak-tak-tak, tak-tak-tak—adalah detak jantung tanah Jawa, irama yang kuhafal sejak usia belia. Ketika gerbong-gerbong Senja Utama mulai meluncur dari Stasiun Tugu, ketika Matarmaja membelah pematang sawah yang menguning di senja hari, ketika KRL Commuter […]
Lanjutkan baca