Workshop Brain Gym FBA XVII
Anak-anak bukan Malas Belajar. Mereka hanya Perlu Menyetel Ulang Otak. Caranya?

Event Headline

Suasana workshop Brain Gym di Festival Budaya Anak Bangsa XVII.

Jakarta — Dunia anak adalah dunia bergerak: dinamis, penuh rasa ingin tahu, dan kaya dengan daya hidup. Di tengah meningkatnya ketergantungan pada gawai, kemampuan bergerak secara terarah menjadi semakin penting untuk membantu pertumbuhan otak, membangun emosi yang stabil, dan mengembangkan potensi diri.

Memahami kebutuhan tersebut, Yayasan Mekar Pribadi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta (Dispusip DKI) menyelenggarakan Workshop “Mudah Belajar & Hati Gembira dengan Brain Gym® / Senam Otak” pada Rabu, 19 November 2025 di Aula HB Jassin Lt. 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Budaya Anak Bangsa XVII Tahun 2025.

Sebanyak 60 peserta yang terdiri atas siswa kelas 3–6 SD, guru, dan orang tua mengikuti kegiatan ini. Beberapa sekolah yang hadir antara lain: SDN Menteng 01 Jakarta, SD Muhammadiyah 02, SD Muhammadiyah 03, SDN Cikini 02, SDN Gondangdia 05, SDN Gunung 05 (SD Mexico).

Kegiatan dirancang agar siswa, guru, dan orang tua mempraktikkan gerakan yang sama sehingga ketiganya memahami manfaatnya secara menyeluruh. Mulai dari regulasi emosi hingga stimulasi kerja otak kanan–kiri. “Dengan memahami cara kerja tubuh, guru bisa menciptakan kelas yang lebih tenang tanpa harus marah-marah,” tegas salah satu instruktur Brain Gym, Amilia Aminy.

Workshop menghadirkan tiga narasumber yang merupakan psikolog sekaligus instruktur Brain Gym® bersertifikat internasional: Dr. Nonny Swediati, Asti Budi Larasati, dan Amilia Aminy (Mia). Ketiganya telah lama aktif mengembangkan gerak edukatif sebagai pendukung tumbuh kembang anak dan strategi belajar yang menyenangkan.

Menurut Dr. Nonny Swediati, Brain Gym® merupakan rangkaian gerakan sederhana yang membantu meningkatkan koordinasi otak kanan–kiri, memperkuat fokus, mengurangi stres belajar, serta menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan emosi.

“Brain Gym® bukan sekadar senam. Ia membantu anak mengakses kemampuan terbaiknya dengan cara yang alami: bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Asti Budi Larasati menambahkan bahwa metode ini mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan daya ingat, serta membangun semangat belajar positif.

Gerakan-gerakan populer seperti Silang Berenergi, Kait Rileks, dan Lazy 8 dipraktikkan bersama seluruh peserta dan terbukti membantu menyiapkan tubuh dan pikiran sebelum belajar.

Menurut Amilia (“Mia”) Aminy, “Anak-anak itu bukan sulit belajar, mereka hanya butuh bergerak sebentar untuk menyetel ulang otak mereka.”

Dr. Nonny juga memperlihatkan cara menggunakan gerakan Kait Rileks untuk mengurangi kecemasan. “Gerakannya mungkin terlihat lucu, tapi manfaatnya nyata. Banyak anak terbantu mengelola rasa grogi sebelum ujian dengan gerakan ini,” jelasnya.

Acara dibuka dengan “Berbagi Pesan Singkat” oleh Ketua Yayasan Mekar Pribadi, Kepala UP Dispusip DKI Jakarta, Kepala UP PKJ TIM, dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta.

Dr. Ninok Leksono, wartawan senior dan pemerhati pendidikan, mengingatkan bahwa masa depan penuh peluang, namun hanya bisa diraih oleh anak-anak yang cerdas, kritis, dan adaptif.
“Brain Gym yang dilakukan hari ini adalah kontribusi penting mempersiapkan anak menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tegasnya.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, menyebut Festival Budaya Anak Bangsa sebagai “panen raya”, karena melahirkan banyak ide dan karya sepanjang proses yang berlangsung satu tahun penuh. Festival ini turut memperkuat posisi TIM sebagai laboratorium seni dan ruang kreativitas generasi muda.

Sebagai penyelenggara, Oetari Noor Permadi berharap Brain Gym® dapat diterapkan secara rutin baik di rumah maupun di sekolah. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, menyenangkan, dan adaptif terhadap kebutuhan anak masa kini,” katanya.

Melalui workshop ini, Yayasan Mekar Pribadi bersama para mitra menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program yang mengasah kreativitas anak, mempererat hubungan keluarga, serta menumbuhkan kebiasaan belajar yang positif.

Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata untuk membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, bahagia, dan mampu berkembang di tengah dinamika zaman. Dimulai dari satu prinsip sederhana: “Gerak kecil setiap hari, membuka potensi besar dalam diri anak.” (wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *