Suasana Bilik Bercerita, Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Minggu (23/11) terasa hangat dan ceria. Ruangan tersebut penuh dengan kakek atau nenek bersama cucu mereka. Mereka berinteraksi, bergerak bersama mengikuti arahan instruktur. Sebanyak 15 pasangan kakek/nenek dan cucu antusias mengikuti “Workshop Bugar Bahagia”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Mekar Pribadi dalam Festival Budaya Anak Bangsa XVII tahun 2025 untuk memperingati Hari Anak Sedunia.
GERAK bukan hanya soal tubuh. Tetapi juga tentang kebersamaan dan cinta antar generasi. Ketika cucu berpasangan senam dengan kakek/nenek, di saat itulah kita melihat kebahagiaan yang tulus.
“Ini baru pertama kali saya melukis bersama cucu. Biasanya nganter aja. Eh rasanya asyik sekali! Ternyata imajinasi anak-anak itu luar biasa ya.” ucap ibu Warsiti dari Kelurahan Kebon Kosong yang datang bersama Putri, cucunya yang berusia 8 tahun.
Komentar ini dirasakan juga oleh seluruh peserta. Suasana yang muncul adalah rasa asyik. Tidak terasa usia yang berbeda jauh, para kakek dan nenek terlihat antusias melakukan kegiatan yang sama dengan cucu. Sama-sama berlepotan cat ketika melukis. Sama-sama antusias bergerak seolah menggambar pelangi dan menembak langit.
Perasaan yang seru ini menurut psikolog Ade Inayah dan Rika Franciska dari EQSpotlight, menumbuhkan ikatan emosi yang kuat antar generasi untuk mendukung kesehatan mental bersama. Ade dan Rika adalah pemandu dalam aktivitas melukis bersama.
Dengan tema Festival “Bebaskan Imajinasimu”, kegiatan ini mengajak para peserta lintas generasi untuk melukis bersama, bergerak bersama, berinteraksi, serta membangun kebahagiaan melalui aktivitas kreatif dan sehat.
Narasumber senam Wulan Desiari dari Wondersoul Dance memandu para peserta dengan gerakan ringan yang menyenangkan, interaktif, mengajak kakek/nenek dan cucu saling berkolaborasi dalam olah tubuh sederhana.
Pemandu acara Lilis Ireng menghidupkan suasana dengan gaya ceria, penuh canda, dan melibatkan seluruh peserta. Selain sesi pemanasan dan koreografi bersama, para peserta juga diajak berdialog ringan tentang pola hidup sehat, menjaga kebugaran jasmani, serta pentingnya menjaga semangat positif di usia lanjut.
“Kami ingin menghadirkan ruang bahagia bagi keluarga. Di sini, anak dan kakek/nenek bisa tertawa, bergerak, dan saling menguatkan,” ujar Ketua Panitia Festival Budaya Anak Bangsa (FBA) XVII Oetari Noor Permadi.
Oetari menambahkan, kesehatan jasmani dan kebahagiaan batin akan tumbuh dari cinta dan kebersamaan keluarga. Dikatakan, melalui kegiatan ini, Yayasan Mekar Pribadi berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa sehat bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga kebahagiaan yang hadir melalui hubungan penuh cinta antara kakek, nenek, dan cucu.
Para peserta terkejut dan senang melihat karya lukis bersama mereka ikut dipamerkan di Perpustakaan Jakarta, sekaligus menandai penutupan Festival Budaya Anak Bangsa Tahun 2025.
Mantan Dubes Qatar KH. Abdul Wahid Maktub yang hadir dengan kedua cucu mengatakan sangat senang hadir di acara ini. “Saya merasakan betul-betul menjadi bugar, sehat dan bahagia. Luar biasa! Mudah-mudahan ke depan, info lebih awal dan disebarkan lebih banyak, sehingga peserta lebih luas. Dan anak Indonesia jadi jaya dan hebat!”
Hal tak jauh berbeda disampaikan Ibu Nur dari Kwitang. “Saya sangat senang ikut acara ini. Jadi bisa ada waktu untuk kumpul anak, ada quality time, dan I’m so happy. Pokoknya seneng deh.”
Sedangkan dari kalangan cucu yang hadir, komentar datang dari Diva dan Al. Keduanya murid kelas 4 SD. Dengan mata berbinar, mereka kompak mengatakan “Acaranya seru!!! Kapan ada lagi?” (wid)
