Syauqi: Jadikan Pariwisata sebagai “Roh“

Headline Wisata


“Saya titip kepada bapak ibu semua agar pariwisata menjadi roh. Dengan menjadi roh maka pariwisata itu akan ada terus. Pastikan pariwisata itu ada di setiap langkah kita… “

Begitulah pesan yang disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ir.H. Ahmad Syauqi Soeratno MM. Syauqi menyampaikan hal tersebut di hadapan pengurus DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY yang sedang menggelar Pra Rakerda #3 di Aula Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Senin (28/7/2025).

Sebelum sampai pada pesan yang begitu mendalam itu, Syauqi menceritakan “perjuangannya“ membawa aspirasi industri pariwisata DIY. Dalam rapat di DPD RI, Syauqi menyampaikan “uneg-uneg“ dari DIY yang disusun bersama para pemangku kepentingan pariwisata melalui serangkaian FGD. Uneg-uneg tersebut menyikapi  berbagai hal terkait kebijakan yang memberi dampak negatif bagi pariwisata DIY. Terutama lahirnya Inpres no 1 Tahun 2025.

Syauqi menyampaikan kertas kerja yang diberi judul “Permohonan Intervensi Kebijakan“. Judul tersebut sempat diprotes atau ditanggapi oleh rekan-rekannya yang menilai tidak mungkin para menteri yang hadir bisa mengintervensi kebijakan Presiden. Karena menteri adalah pembantu presiden.

Syauqi pun menjawab hal tersebut dengan mengatakan bahwa yang dia minta sebagai aspirasi kawan-kawan dari Jogja adalah intervensi terhadap implementasi Inpres atau Keppres. Misalnya larangan study tour atau pembatasan pertemuan di hotel. “Kan bukan presiden yang melarang study tour, “ ungkap Syauqi.

Alhamdulillah, lanjut Syauqi, apa yang dia sampaikan disambut baik oleh menteri yang hadir. Termasuk Menteri Pariwisata. Banyak kemudian menyebut apa yang disampaikannya sebagai policy brief.  Secara implisit Syauqi menyebut  GIPI DIY terutama Tim Litbang yang berperan dalam penyusunan policy brief yang dimaksud.

“Ini juga karena Mas Bobby sangat intens mengawal soal ini. Termasuk pembentukan sejumlah Pokja (kelompok kerja, Red). Lha saya hanya bisa sendika dhawuh, “ seloroh Syauqi sembari melirik Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto yang duduk di sampingnya.

Pada kesempatan itu, Syauqi juga menekankan tiga pilar utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY. Ketiganya adalah pariwisata, pendidikan dan ekonomi kreatif. Ketiga sektor ini saling terkait dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Syauqi menyampaikan pesan itu di sesi siang, usai  jeda. Dari pagi para pengurus GIPI DIY telah menjalani  Rapat Pra Rakerda.  Para pengurus berembug menyusun Program Kerja DPD GIPI DIY untuk tahun 2025-2026.  Mulai dari pemaparan masing-masing bidang hingga sinkronisasi program menjadi kesatuan Program DPD GIPI DIY. Program Kerja inilah yang akan dibahas dan disahkan dalam Rakerda pada Selasa (29/7/2025). (wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *