UMKM Kalurahan Bugel Dipetakan, Mahasiswa KKNT IPB Lahirkan E-guidebook

ꦲꦼꦄꦣ꧀ꦭꦶꦤꦺ


KABAR MALIOBORO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menjalankan program kerja “Digitalisasi dan Pemetaan UMKM” di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.

Program ini dilaksanakan melalui survei lapangan dan wawancara langsung kepada pelaku usaha di sepuluh padukuhan, mulai Padukuhan 1 hingga Padukuhan 10, pada 20-25 Juli 2026. Dari hasil pendataan tersebut, tim KKNT berhasil mengumpulkan data 47 UMKM yang tersebar di Kalurahan Bugel. Terdiri dari 4 UMKM kerajinan, 16 UMKM kuliner, 21 UMKM pertokoan, dan 6 UMKM jasa.

BACA JUGA: Mau Nostalgia Makan Malam Era Hindia Belanda?

Program ini digagas oleh tim KKNT Inovasi IPB yang beranggotakan Dadan Ramdani (Ketua Pelaksana), Tiara Damayanti, Farah Nur Izzati, Nazwa Nurwildan, Pinastika Maharani, Farhana Wahyuni, Rebiyansyah, dan Ronal Adiputra Sebayang, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Wisnu Widikdo, M.Si.

Dadan Ramdani menjelaskan, program Digitalisasi dan Pemetaan UMKM dijalankan melalui beberapa tahapan.

“Diawali dengan observasi awal untuk mengenali kondisi dan sebaran UMKM di tiap padukuhan. Dilanjutkan dengan survei dan wawancara langsung kepada para pelaku usaha guna menggali informasi produk, lokasi, hingga kontak usaha. Data yang terkumpul kemudian diolah dan disusun menjadi peta sebaran UMKM,” jelasnya.

BACA JUGA: Produk UMKM Laris Manis

Selanjutnya, tambah Dadan, setiap lokasi UMKM “dititik” secara akurat melalui Google Maps agar mudah ditemukan oleh calon konsumen. Sebagai luaran utama, tim KKNT menyusun sebuah e-guidebook wisata dan UMKM yang memuat profil serta lokasi seluruh UMKM yang telah terdata.

E-guidebook ini dirancang agar dapat terintegrasi dengan website informasi milik Kalurahan Bugel, sehingga promosi produk UMKM lokal dapat diakses lebih luas oleh masyarakat maupun wisatawan.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan promosi UMKM di Kalurahan Bugel serta memperluas jangkauan pasar produk-produk lokal melalui e-guidebook yang terintegrasi dengan kalurahan,” tambah Dadan.

BACA JUGA: Desa/Kampung Wisata Mana yang Juara 2026?

Seluruh data UMKM yang telah dikumpulkan turut diserahkan kepada pihak Kalurahan Bugel. Hal ini sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, sehingga pembaruan data dan promosi digital UMKM tetap dapat berjalan secara berkelanjutan setelah masa KKNT selesai. 

Melalui digitalisasi dan pemetaan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kalurahan Bugel dapat lebih dikenal luas, meningkatkan daya saing usaha, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi wisata dan produk unggulan masyarakat setempat.(wid)

http://bit.ly/TraktirNGOPI

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *