ESAI AK SUPRIYANTO
Sebatang Lisong di Malam yang Kehilangan Penyairnya
Malam ini, Indonesia kehilangan penyairnya lagi. Bukan, ia tak mati hari ini. Ia telah pergi sejak bertahun-tahun lalu, tapi kepergiannya terasa kembali setiap kali negeri ini gemetar oleh kekuasaan yang lupa diri, setiap kali puisi dianggap barang usang, setiap kali panggung-panggung kehilangan daya hidupnya. Aku hanya dua kali duduk dekat dengannya. Dua kali yang singkat, […]
Lanjutkan baca