Adira Finance Optimistis 2023 Tetap Tumbuh

Ads Headline


Kabar Malioboro – Sepanjang 2022 Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 22 persen atau Rp 31,7 triliun hingga Desember 2022. Kontribusi pembiayaan terbesar adalah pada segmen otomotif yaitu pada mobil dan motor baru hingga mencapai lebih dari Rp 18 triliun.

Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Dewa Made Susila mengatakan, hasil pencapaian pembiayaan tahun lalu cukup bagus pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski ini sempat mengalami berbagai kendala. “Patut kita syukuri karena tahun 2022 untuk industri kami menghadapi banyak kendala, di awal tahun disangka covid selesai muncul varian baru. Ini mulai stress karena udah nunggu dua tahun harus ulang lagi,” katanya ditemui dalam Wawancara Ekslusif di The Alana Jogjakarta Hotel & Convention Center Jalan Palagan Tentara Pelajar kemarin (10/1).

Made menjelaskan pencapaian Adira Finance di 2022 dengan total pembiayaan sebanyak Rp 31,7 triliun atau naik 22 persen itu, komposisi segmen terbesar yaitu pada pembiayaan otomotif. Antara lain yang terbesar ialah pada pembiayaan mobil baru 30 persen atau Rp 9,4 triliun. Selisih tipis dengan pembiayaan motor baru, Adira Finance menyalurkan pembiayaan Rp 9,3 triliun atau 29 persen.

Adira Finance juga membiayai mobil bekas 15 persen atau Rp 4,7 triliun, motor bekas 7 persen atau Rp 2 triliun. “Dan sisanya non otomotif sebesar 19 persen atau Rp 6,2 triliun,” ujarnya.

Menurut Investor Relation and Subsidiary Support Division Head Danamon sebelum bergabung di Adira Finance itu tak mudah menggapai pencapaian seperti saat ini. Proses recovery atau pemulihan sektor multifinance tergolong lambat paska pandemi Covid-19. Ini karena segmen nasabahnya kebanyakan adalah menengah ke bawah. Sehingga dibutuhkan program restrukturisasi agar bisa melunasi angsuran. “Krisis sekarang ini berbeda dengan krisis pada 98, krisis sekarang yang paling kena adalah menengah ke bawah karena sektor informal. Begitu PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dia nggak bisa kerja nggak ada duit,” tandasnya.

Sehingga, pihaknya sempat memberikan program restrukturisasi yang mencapai Rp 19 triliun. Hampir lebih dari 800 ribu nasabah mengajukan resturkturisasi. “Angka itu sudah mulai turun tajam kita selesaikan secara bertahap. Akhir 2023 ini sudah habis (lunas),” ujarnya.

Kendati begitu, secara keseluruhan Made menilai pertumbuhan pembiayaan Adira Finance mulai pulih meski belum dapat menyamai sebelum pagebluk korona 2019 silam. Pun penjualan otomotif mulai pulih, walaupun masih di bawah penjualan di tahun 2019 atau sebelum adanya pandemi Covid-19. Di tahun 2020, kondisi pasar bisa dibilang terjun bebas. Namun, pada tahun 2021 dan 2022, penjualan kendaraan mulai meningkat juga pertumbuhan pembiayaannya. “NPL (Non Performing Loan) kita juga udah dua persen, industri 2,5 sudah mengalami perbaikan. Challenge ke depan ini memang pertumbuhan,” jelasnya.

Meskipun, ada isu resesi global ekonomi 2023 pihaknya pun memiliki keyakinan penuh dalam menjalani sepanjang tahun ini untuk mengejar target pencapaian pembiayaan baru agar bisa tumbuh. Adanya kegiatan ekspor dan impor dinilai dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia yang dapat menangani isu-isu resesi seperti yang banyak beredar.

Pun meski adanya kenaikan suku bunga seperti yang terjadi pada tahun lalu, konsumen Indonesia tetap memiliki daya beli yang cukup positif. Serta semakin dilonggarkannya kegiatan masyarakat paska pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diklaim dapat membuka secara perlahan ekonomi. Tahun ini, Made mentargetkan pembiayaan bisa tumbuh 15 persen dengan asumsi penjualan kendaraan baru tumbuh 5 persen. Sebab, pertumbuhan ekonomi dari lembaga keuangan non perbankan ini sangat tergantung dari kondisi otomotif. Sebanyak 80 persen pembiayaan pada segmen otomotif, sisanya 20 persen adalah pembiayaan non otomotif. “Jadi kalau otomotifnya tumbuh lima persen, pasti kita tumbuh dobel digit 15 persen. Kita optimis (tumbuh mencapai target), tapi tetap waspada,” tambahnya.

Sementara salah satu wilayah yaitu area Jawa Tengah dan DIY ini menjadi penting, ini karena telah menyumbang 7 persen dari kontribusi terhadap pembiayaan Adira Finance per tahun skala nasional. Pencapaian pembiayaan tahun 2022 lalu pun tumbuh 20 persen atau Rp 2,3 triliun dari tahun lalu.

Kepala Wilayah Jawa Tengah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Irfan Budianto menambahkan, pembiayaan sektor otomotif juga menduduki porsi paling besar untuk wilayah Jateng dan DIY. Terbesar justru diduduki pada kendaraan motor. Dalam sebulan penjualannya rata-rata 60-65 ribu. “Kita sendiri porsi dari itu sekitar 5-6 ribu unit. Komposisi kita paling gede memang di motor per tahun seperti itu,” katanya.

Meski begitu, untuk pertumbuhan pembiayaan baru pada otomotif mobil beberapa tahun terakhir ini justru tumbuh 70 persen. Sementara, untuk motor masih stagnan. Salah satu merek mobil saja mampu menjual 1200-1500 unit dalam sebulan di Jateng. “Marketnya masih cukup gede bisa kita ambil. Pemicunya karena faktor infrastruktur seperti tol, Solo mau dibikin lingkar solo, Jogja juga. Itu berdampak di komersial cukup bagus, tumbuhnya 30 hampir 40 persen,” imbuhnya. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *