Aksi yang dilakukan ratusan orang di Malioboro, Selasa pagi, 5 September 2023 ini menarik. Mereka menunjukkan aksi yang mestinya tak kalah viral dengan video orang-orang yang mengejar-ngejar truk sampah. Ya, jumlah mereka juga jauh lebih banyak dari yang di video itu. 300-an lebih.
Aksinya menarik. Mereka mengais-ais sampah di sepanjang Malioboro, Pasar Beringharjo dan sekitarnya. Bahkan, sejumlah orang terlihat ndlosor, meraih sampah yang dimasukkan ke dalam selokan air di sepanjang jalan legendaris ini. Yang lain juga terlihat mengambil sampah yang ada di bawah besi pelindung pohon asem.

Sejak jam 06.00 pagi mereka beraksi. Berkelompok 30-40 orang. Ada enam kelompok.
Ada yang bergerak dari Teras Malioboro 1 ke arah Utara hingga Teras Malioboro 2. Ada yang di sisi kanan dan ada yang di sisi kiri jalan. Kemudian ada juga yang bergerak ke arah Timur. Ke arah Pasar Beringharjo. Semuanya kemudian kembali ke Teras Malioboro 1.
Mereka membawa trash bag dan alat pengambil sampah. Sampah yang mereka dapatkan, langsung dipilah sesuai jenisnya. Agar pemilahan berlangsung dengan baik, ada pendamping dari Paguyuban Bank Sampah DIY, dan Forum Bank Sampah Kota Yogya.
Selesai gropyok sampah Reresik Malioboro, sampah pun ditimbang. Yang sampahnya paling banyak, dengan pemilahan yang benar, mendapatkan hadiah uang tunai Rp 500 ribu. Hadiah itu diraih kelompok 5 yang mendapatkan sampah sebanyak 56,3 kg.
Kelompok yang lain ada yang berhasil mengumpulkan 26,3 kg. Ada yang 23,2 kg, 16 kg dan sebagainya. Sampah pilah hasil gropyokan ini langsung ditimbang dan dimasukkan mobil untuk dikelola oleh Tim TM Sampah.

Aksi gayeng merawat sumbu filosofi ini merupakan kegiatan Gumregah Merti Uwuh Malioboro: Bangkit Beraksi Bersih Sampah Malioboro. Kegiatan ini digelar oleh Managemen Teras Malioboro 1, Dinas Koperas dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta dan Si Bakul, serta 456 tenant di Teras Malioboro 1. Kegiatan berkolaborasi dengan Paguyuban Bank Sampah DIY, Forum Bank Sampah Kota Yogya, dan warga sekitar Malioboro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi berpesan agar para pedagang di Teras Malioboro harus selalu memperhatikan kebersihan, keindahan serta kebersamaan. Apalagi Teras Malioboro semakin dikenal dan makin ramai dikunjungi.
Perempuan yang akrab disapa Siwi ini juga menegaskan bahwa berjualan di kawasan wisata tentunya keramahan dan kebersamaan harus diutamakan oleh para pedagang. Dia menyebut para pedagang di Teras Malioboro 1 sudah naik kelas.

Kegiatan Selasa Wagen ini uga dimeriahkan dengan aksi menari di depan pintu masuk Teras Malioboro 1 dan bazar produk upcycle atau kerajinan dari sampah.
Komunitas paguyuban pedagang terlihat sangat kompak. Tidak hanya saat membersihkan lokasi tempat mereka mengais rezeki. Mereka juga peduli terhadap lingkungan di luar Teras Malioboro 1. Mereka menyadari, aksi Gumregah Merti Uwuh ini turut serta menjaga kawasan Malioboro sebagai kawasan sumbu filosofi, yang diakui UNESCO.
Kepala Balai Layanan Bisnis UMKM DIY dan Pengelola Teras Malioboro Hellen Phornica menegaskan gerakan “Merti Uwuh Malioboro” merupakan kegiatan bersama membersihkan berbagai sampah di area utama pedestrian kawasan wisata Malioboro dari Teras Malioboro 2 sampai dengan Teras Malioboro 1.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesa, memperingati hari Selasa Wagen Malioboro serta menyambut disahkannya Kawasan Sumbu Filosofi Malioboro sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia UNESCO September ini,” urai Hellen. Ditambahkan, Gerakan “Merti Uwuh Malioboro” sekaligus menjadi bagian aksi nyata dari ajakan dan arahan pemerintah, agar setiap orang di Jogja kembali menumbuhkan sikap peduli sampah dari diri sendiri, kelompok maupun secara sosial. ***
