Long Weekend Saat Pandemi, Apa yang Mesti Disiapkan Industri Pariwisata?

Uncategorized


Akhir Oktober 2020 ada hari libur Maulid Nabi. Hari libur tersebut beriringan dengan weekend. Maka, pada pekan tersebut terjadilah long weekend. Hari libur yang berurutan di sekitar Sabtu-Minggu.

Pada saat long weekend seperti itu, tempat-tempat wisata biasanya dipadati pengunjung. Dalam situasi kebiasaan baru seperti sekarang ini, apa yang mesti disiapkan oleh pelaku industri pariwisata pada long weekend?

Jika hal itu ditanyakan kepada Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, akan dijawab seperti ini.

“Pertama lakukan self assessment protokol kesehatan yang sudah kita jalankan. Sarana dan prasarana apa yang belum dimiliki. Penuhi segera. Sehingga saat menerima tamu pada long weekend bisa lebih baik,” ujar Singgih.

Kedua, reminder semua karyawan untuk melaksanakan SOP dengan benar. Siapkan segala sesuatu dengan baik.
“Sambut mereka (para tamu) dengan layanan prima sehingga menimbulkan kesan yang baik,” tambah Singgih.

Ketiga, lanjut Singgih, silakan gunakan aplikasi Visiting Jogja. Aplikasi ini akan mendata berapa yang mau berkunjung, dari mana, kapan datang dan sebagainya. Semuanya akan menjadi basis data yang penting bagi pengembangan pariwisata DIY.

Menurut Singgih, dengan ketiga langkah tersebut, pariwisata Jogja akan siap menyambut wisatawan saat weekend. Apalagi sampai saat ini, semua stakeholder pariwisata di DIY selalu saling mengingatkan, saling menguatkan.

“Dengan gotong royong, semangat ke bersamaan, pariwisata DIY akan cepat untuk bangkit kembali untuk raih kepercayaan wisatawan,” tandas Singgih.

Singgih menyampaikan pesan untuk pelaku usaha pariwidata tersebut dalam acara Sosialisasi Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada Destinasi dan Usaha Pariwisata. Sosialisasi berlangsung di Ruang Mataram, Hotel Novotel Suites Malioboro, Kamis (22/10).

Sosialisasi digelar oleh Direktorat Kelembagaan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Diikuti para pelaku Pariwisata anggota PHRI, pengelola Desa Wisata, pengelola destinasi wisata seluruh DIY.

Saat berbicara sebagai narasumber di acara tersebut, Ketua BPD PHRI DIY Deddy P Eryono juga mengingatkan anggotanya. “Saat long weekend protokol kesehatan harus dilakukan dengan disiplin dan jujur. Komitmen kita jangan sampai muncul klaster di hotel dan restoran,” tegas Deddy. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *