Harlah, Ansor Sleman Gelar Lomba Permainan Tradisional

ꦄꦼꦮ꦳ꦼꦤ꧀ꦠ꧀


SLEMAN, Kabar Malioboro – Kepedulian Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman pada tradisi benar-benar diwujudkan dalam tindakan.

Memperingati hari lahir (harlah) ke-92 berdirinya Gerakan Pemuda Ansor, pimpinan organisasi kepemudaan ini menggelar kegiatan lomba permainan tradisional antar kader dan pengurus Minggu (19/4/2026).

Perwakilan tim dari 17 kapanewon hadir dalam lomba permainan tradisional seperti bakiak, egrang, dan gobak sodor.

17 Kapanewon Ikut Meriahkan Lomba Tradisional

Acara yang digelar dalam rangkaian kegiatan harlah GP Ansor ini dilaksanakan di Lapangan Baretan, Candibinangun, Pakem, Sleman.

Bekerja sama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Kabupaten Sleman, kegiatan ini menggunakan perangkat pertandingan dan wasit profesional di setiap permainan yang digelar.

“Meski kegiatan ini bersifat hiburan, namun kami tetap menggunakan perangkat pertandingan yang profesional,” ujar Ketua PC Ansor Kabupaten Sleman Muhammad Najib Yuliantoro di sela-sela kegiatan.

Permainan Tradisional Tanamkan Nilai Kebersamaan

Najib mengungkapkan, latar belakang pemilihan permainan tradisional ini bukan tanpa alasan. Selain sudah tidak banyak dimainkan, tidak sedikit generasi muda yang tidak lagi mengenal permainan tradisional.

“Padahal, dalam permainan ini ada banyak ajaran yang bisa diambil, seperti nilai kerja sama, kekompakan, kedisiplinan, dan nilai luhur lainnya,” tuturnya.

Ini, lanjut Najib, sesuai dengan prinsip dan ajaran ahlu sunnah wal jamaah yang dipegang para kader Ansor dan Banser, yakni prinsip al muhafazhah ‘ala qodimish shalih, wal akhdzu ‘ala jadidil ashlah.

“Kita selalu memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Permainan dan olahraga tradisional ini kami nilai sesuatu yang baik dan harus dilestarikan,” serunya.

Candibinangun Siap Jadi Lokasi Kegiatan Rutin

Pelaksana Tugas Lurah Candibinangun Wijayanto, S.TP dalam sambutannya saat pembukaan mengaku bangga wilayahnya dipakai untuk pelaksanaan kegiatan lomba permainan tradisional.

Bahkan, dia meminta agar kegiatan tersebut bisa menjadi agenda rutin di wilayahnya. “Dari awal saya langsung tertarik ketika dimintai izin untuk kegiatan yang digelar di lapangan ini. Karena jarang organisasi kepemudaan yang mau tetap menggelar kegiatan permainan tradisional di era serba teknologi ini,” ujarnya.

Dia mengaku kegiatan ini akan menjadi inspirasi pihaknya untuk ikut melestarikan permainan dan olahraga tradisional. “Banyak manfaatnya, apalagi untuk generasi muda,” paparnya.

KPOTI Sleman Siapkan Wasit Profesional

Ketua KPOTI Kabupaten Sleman Dr. Syukron Arif Muttaqin, SE, MAP menambahkan, pihaknya terbuka untuk kerja sama dengan semua pihak dalam melestarikan dan mengembangkan permainan serta olahraga tradisional di Kabupaten Sleman.

Saat ini, KPOTI Sleman memiliki 75 wasit dan perangkat pertandingan yang siap bertugas ketika ada event digelar oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Para wasit dan perangkat pertandingan ini sudah profesional karena telah mengikuti pelatihan yang kami selenggarakan. Silakan masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi pengurus kami atau datang ke sekretariat KPOTI,” tandasnya. (*)

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *