KABAR MALIOBORO--Bank Mandiri menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak bencana yang melanda wilayah Sumatera melalui aksi kemanusiaan skala besar. Tak hanya mengirimkan logistik masif, bank berlogo pita emas ini juga mengaktifkan kembali tim relawan “Mandirian” berpengalaman yang pernah terjun langsung pada masa Tsunami Aceh 2004 serta likuefaksi di Palu.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, bersama jajaran Direksi turun langsung ke Medan pada Rabu (17/12/2025) untuk memimpin koordinasi dan melepas armada bantuan. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam merespons cepat situasi darurat yang dialami masyarakat.
“Relawan Mandirian Tanggap Bencana yang pernah terlibat dalam penanganan Tsunami Aceh serta gempa dan likuefaksi di Palu kembali kami aktifkan. Dengan pengalaman matang tersebut, para relawan akan memberikan pendampingan teknis dan psikososial yang lebih dalam di lapangan,” tegas Riduan saat melepas rombongan bantuan di Medan.
Armada Logistik Masif Menjangkau Titik Terisolir
Dalam operasi tahap ke-10 ini, Bank Mandiri mengerahkan 10 truk bantuan sebagai bagian dari total 30 truk logistik yang telah disiapkan. Armada ini membawa kebutuhan pokok menuju wilayah-wilayah terdampak parah, meliputi Aceh Tamiang (5.000 paket), Aceh Selatan (2.000 paket), dan Kabupaten Gayo Lues (2.000 paket).
Secara total, sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan lebih dari 73.000 paket bantuan. Penyaluran ini dilakukan secara terukur dan dikoordinasikan ketat dengan BPBD serta pemerintah daerah untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang paling membutuhkan.
Selain distribusi logistik, Bank Mandiri mendirikan posko BUMN Peduli Tanggap Bencana di titik-titik strategis seperti Gayo Lues dan Aceh Selatan. Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai gudang makanan, tetapi juga pusat pemulihan warga yang dilengkapi dengan:
- Dapur Umum dan Layanan Kesehatan: Menjamin asupan gizi dan pengobatan dasar.
- Fasilitas Digital: Tersedia genset listrik dan akses internet gratis untuk memfasilitasi komunikasi warga.
- Pendampingan Psikososial: Layanan pendidikan dan hiburan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma pascabencana.
Komitmen Pemulihan Pasca-Bencana
Riduan menambahkan bahwa strategi Bank Mandiri mencakup rencana pemulihan jangka panjang. Selain revitalisasi fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sarana pendidikan yang rusak, perseroan juga menyiapkan dukungan relaksasi pembiayaan.
“Kami memahami beban ekonomi yang dihadapi nasabah di wilayah bencana. Oleh karena itu, dukungan relaksasi kredit akan disiapkan sesuai ketentuan guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui sinergi bersama Mandiri Amal Insani (MAI) dan berbagai pemangku kepentingan, Bank Mandiri memastikan setiap langkah kemanusiaan yang diambil berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. (*)
