SLEMAN, Kabar Malioboro – Harga sawi sendok di tingkat petani kembali anjlok. Kondisi itu dialami petani sayuran di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang belum lama ini.
Saat harga jual tak lagi menutup biaya produksi, Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK), Condongcatur, Depok, Sleman, memilih turun tangan.
Sebanyak 210 kilogram sawi sendok diborong. Selanjutnya dibagikan gratis kepada jamaah usai Salat Magrib dan Isya, Selasa (21/7). Program itu menjadi kali ketiga dilakukan takmir masjid.
Ketua Takmir Masjid NHK Ari Yulianto mengatakan, aksi tersebut berawal dari informasi Priyono, petani sayuran asal Kopeng. Harga sawi di tingkat petani kembali merosot.
“Kami membeli sekitar tiga karung atau 210 kilogram sawi sendok seharga Rp2.000 per kilogram. Setelah itu kami bagikan kepada jamaah agar bisa dimasak bersama keluarga,” ujarnya.
Menurut Ari, program tersebut memiliki dua tujuan. Membantu petani memperoleh harga yang lebih layak. Sekaligus menghadirkan manfaat bagi jamaah melalui sedekah pangan.
“Masjid harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilainya memang tidak besar, tetapi semoga bisa membahagiakan petani dan jamaah,” katanya.
Priyono mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pembelian hasil panen seperti ini sangat membantu petani saat harga komoditas jatuh.
“Kami berharap semakin banyak masjid, komunitas, maupun lembaga sosial yang melakukan hal serupa. Solusinya sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan banyak pihak,” ujarnya.
Setiap jamaah diperbolehkan membawa pulang dua hingga empat ikat sawi. Pembagian bahkan berlanjut hingga jamaah Salat Subuh karena stok masih tersedia.
Masjid NHK selama ini juga rutin menggelar Program Jumat Berkah. Takmir menyediakan 250-300 porsi makan gratis setiap pekan.
Berbagai program tersebut mempertegas peran masjid. Bukan hanya sebagai tempat ibadah. Tetapi juga pusat kepedulian sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat. (eyd)
Harga Sawi Anjlok, Takmir Masjid di Sleman Borong 210 Kilogram Hasil Petani Kopeng
