JOGJA, Kabar Malioboro – Keberhasilan tim sepaktakraw Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS) XVII tahun 2025 di Jakarta langsung mendapat apresiasi dari Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Seluruh Indonesia (Pengda PSTI) DIY. Zahratus Syita dan kawan-kawan langsung digelontor bonus oleh Pengda PSTI DIY. Penyerahan bonus diberikan di Rumah Makan Bebek Rakyat Jalan Sidomoyo, Godean Jumat (15/11) kemarin.
Bonus diserahkan langsung Ketua Pengda PSTI DIY, Syukron Arif Muttaqin, SE, MAP. Hadir dalam penyerahan bonus ini tim pelatih Dwi Parwanto, S.Pd, Agus Saryanto, Mulyanto, S.Pd (Ketua Harian), Suryadi, S.Pd (Sekretaris Umum), Joko Triongko, A.Md (Bendarara Umum).
“Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan tim pelatih yang sudah berjuang luar biasa sehingga mampu membawa pulang prestasi ini,” ujar Syukron saat memberikan sambutan.
Seperti diketahui, tim Popnas DIY berhasil meraih perunggu di Popnas 2025 yang diselenggarakan di GOR Cempaka Putih 1-10 November 2025. Selain Zahra, Tim Popnas DIY diperkuat antara lain Devina Nugraini, Arxena Nafa Gresilda dan Hayu Ratri Hanasita. Zahra dkk mendapat perunggu dari nomor quadrant putri.
Syukron menambahkan, prestasi ini merupakan hasil program latihan yang dijalankan selama setahun terakhir. Para atlet secara khusus dibina dibawah kedua pelatih. Latihan digelar di lapangan sepaktakraw Krandon, Sidomoyo, Godean. “Latihan yang sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil terbaik. Dan ini sudah dibuktikan oleh adik-adik semua,” serunya.
Kepada tim pelatih, Syukron juga berpesan agar program pembinaan terhadap para atlet tidak berhenti. Selepas Popnas, para atlet ini akan dipersiapkan untuk kegiatan multievent nasional berikutnya. “Kedepan mereka disiapkan untuk Popnas berikutnya dan tentu saja PON,” pesannya.




GEMBIRA : Para atlet Popnas DIY menerima bonus dari Pengda PSTI DIY. Foto-foto. Dok. PSTI DIY
Dwi Purwanto memaparkan para atlet sangat sungguh-sungguh dalam mengikuti program pelatihan. Bahkan, setiap akhir pekan para atlet harus menginap di mess. “Program ini untuk membangun chemistry antar atlet dan Alhamdulillah hasilnya terlihat hari ini,” paparnya.
Dwi juga mengungkapkan, beban target yang dicanangkan dari Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY. “Target harus bawa medali ini yang memecut kami, karena kalau tidak bisa membawa pulang medali, tipis peluang sepaktakraw di berangkatkan pada Popnas tahun berikutnya,” tandasnya. (*).
