Kader Ideologis Gus Dur Dukung Gus Muhaimin Pimpin PBNU

ꦲꦼꦄꦣ꧀ꦭꦶꦤꦺ


MAJALENGKA, Kabar Malioboro – Dukungan kepada Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengalir. Kali ini datang dari para kader ideologis Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dukungan itu disampaikan KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq bersama Ketua Aliansi Santri Gus Dur Muhammad Sholihin.

Mereka mengaku telah membangun kesepahaman dengan kader-kader ideologis Gus Dur dari berbagai daerah di Indonesia.

“Gus Muwafiq dan kami para kader ideologis Gus Dur sepakat mendukung Gus Muhaimin menahkodai PBNU,” ujar Sholihin usai menghadiri pertemuan alumni Pondok Pesantren Tambakberas di Majalengka, Senin (1/6).

Menurut Sholihin, dukungan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, para kader ideologis Gus Dur telah menggelar Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, pada Sabtu (30/5).



Agenda konsolidasi itu akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Demak, Jawa Tengah.

“Gus Muwafiq bersama saya, Savic Ali, dan sejumlah tokoh Gusdurian akan hadir,” katanya.

Dinilai Paling Siap
Sholihin menilai Gus Muhaimin merupakan figur yang paling siap memimpin NU ke depan. Alasannya, proses kaderisasi yang dijalani berlangsung panjang dan lengkap.

Sejak muda, Gus Muhaimin aktif di lingkungan NU. Mulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kemudian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dari rahim NU. Tak hanya itu. Pengalaman di level nasional juga dianggap menjadi nilai tambah.

Cak Imin sapaan akrab Gus Muhaimin pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI. Saat ini, dia juga masih mengemban amanah sebagai menteri.

“Beliau tumbuh dari proses kaderisasi NU. Pengalaman di parlemen dan pemerintahan juga sudah teruji,” ujar Sholihin.

Dekat dengan Kiai
Alasan lain yang menjadi pertimbangan adalah kedekatan Gus Muhaimin dengan para kiai. Menurut Sholihin, selama ini Ketua Umum PKB tersebut selalu menempatkan ulama sebagai rujukan utama dalam berorganisasi.

Dia menilai Gus Muhaimin menjalankan prinsip fiqih siyasah. Yakni memosisikan diri sebagai pelayan bagi para kiai dan warga nahdliyin.

“Gus Muhaimin selama ini selalu mendukung ulama-fuqaha menjadi pengurus NU. Beliau memosisikan diri sebagai pengamal fiqih siyasah,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Sholihin, Cak Imin dinilai tepat menjadi nahkoda PBNU. “Ibarat sopir, beliau menjalankan arah dan tujuan yang ditetapkan para kiai dalam berjam’iyah,” tambahnya.

Selain rekam jejak organisasi dan pengalaman politik, Sholihin juga menyoroti latar belakang keluarga Gus Muhaimin. Dia merupakan cicit KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Denanyar, Jombang.

“Beliau memiliki ikatan historis yang kuat dengan NU. Baik dari sisi kaderisasi, pengabdian, maupun garis keturunan ulama pendiri,” pungkasnya. (eyd)

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *