JOGJA – Teater Asdrafi Yogyakarta akan menggelar pementasan berjudul Pelarian Laskar Diponegoro. Rencannanya pementasan akan digelar di Teater Arena Taman Budaya, Jawa Tengah pada Senin (5/9) pukul 19.00 WIB.
Koordinator Teater Asdrafi Yogyakarta Bramanti F. Nasution mengungkapkan pementasan merupakan rangkaian rodshow yang dimulai pada program Reborn Teater Taman Budaya Yogyakarta 9 Agustus lalu.
Lebih lanjut Bramanti mengatakan pemilihan judul Pelarian Laskar Diponegoro diangkat dari Adaptasi karya CM Nas (Kebebasan Abadi) dan ditulis kembali oleh Mahmoud Elqadrie dengan memindahkan latar belakang pasca penangkapan Pangeran Diponegoro di Karisedenan Magelang, atas tipu daya Jenderal de Kock.
“Semoga pentas ini menjadi edukasi dan apresiasi serta utamanya agar seni teater bisa bergairah kembali pasca pandemi covid 19,” harapnya.
Sutradara Pelarian Laskar Diponegoro Tito Pangesthi Adjie menegaskan pentas akan menghadirkan nuansa artistik latar perang Jawa yang sangat tragis dan monumental akan perjuangan Pangeran Diponegoro.
“Oleh karena itu, latar cerita fiksi sejarah sengaja kami pilih untuk mengenang kembali makna perjuangan,” jelasnya singkat.
Diceritakan lanjut Tito, segerombolan laskar melarikan diri dan bertahan dihutan belantara dipimpin Tumenggung Gajah Ludiro. Namun ditengah situasi yang tak menentu dan tak ada kepastian, para laskar mengalami frustasi sehingga timbul intrik berujung pengkhianatan terhadap misi perjuangan yang digelorakan Pangeran Diponegoro.
Para laskar banyak binasa akibat luka dan kelaparan. Tinggalah lima prajurit yang akhirnya saling bunuh dan berakhir penghabisan, gugur sia-sia.
“Pada intinya, Pelarian Laskar Diponegoro akan mengambil konflik pasca penangkapan Diponegoro, yang mengakibatkan hilangnya komando seluruh prajurit maupun laskar yang bertebar dimana-mana,” ungkap Tito. (eyd)
