KABAR MALIOBORO – Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) kembali digelar. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) i menghadirkan WIG 2026 sebagai upaya memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global.
Tahun ini, WIG 2026 diselenggarakan dengan mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition.” Rangkaian utama program akan berlangsung di Yogyakarta dan Solo pada 26 September–4 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan pendukung berlangsung di kota-kota seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, dan lainnya.
BACA JUGA : Penjurian Sudah Selesai, Desa Wisata Mana yang Juara?
“Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, kami mengajak dunia untuk melihat lebih dekat dan menemukan bahwa perjalanan dari akar budaya lokal menuju pengakuan global bermula di sini, di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya WIG banyak memperkenalkan gourmet dining scene Indonesia, tahun ini cakupannya diperluas untuk menghadirkan spektrum gastronomi Indonesia secara lebih utuh. Mulai dari asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
BACA JUGA: Kampung Wisata Ini Sajikan Paket Wisata Deep Experience
Rangkaian utama WIG 2026 akan dibuka secara resmi di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026, sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda gastronomi yang berlangsung hingga akhir December.
Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki ragam kuliner dengan identitas yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, serta budaya yang berkembang selama berabad-abad. Dalam perspektif gastronomi, kuliner mencakup ekosistem yang luas, mulai dari petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga dan meneruskan tradisi pangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata, yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun,” tambah Menpar Widiyanti.
Upaya memperkuat eksposur gastronomi Indonesia melalui WIG 2025 turut membangun momentum positif di tingkat internasional. Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu panduan dan pemeringkat restoran internasional asal Prancis. Penghargaan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang semakin mendapat perhatian di panggung global.
Pada 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 15,39 juta, yang merupakan tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Sepanjang Januari–Juli 2026, jumlah kunjungan wisman telah mencapai 8,98 juta, dan Kementerian Pariwisata menargetkan 16–17 juta kunjungan wisman pada 2026.
Gastronomi menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan dapat memperkuat pencapaian target tersebut sekaligus memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia.
Kemenpar mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers, terdiri atas 13 peserta internasional, diantaranya adalah dari media Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International, serta 5 media nasional.
Mereka akan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta, mengunjungi berbagai rumah makan dan ruang kuliner, serta menikmati destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang dilengkapi pengalaman wellness khas kedua kota. (wid)
