Yuuuk… Belajar Biopori dari Sang Ahli. Gratis! Daftar di Sini!

Headline Wisata


BALIHO besar terpampang di jalur utama jalanan Kota Yogya. Tulisan besar terbaca jelas: Gerakan Organikkan Jogja. Di bawah tulisan terpampang gambar teknologi pengolahan sampah organik. Ada Losida, Biopori, Ember Tumpuk, Magot, Komposter dan Takakura.

            Salah satu teknologi yang disebut dan dipraktikkan di Kota Yogya termasuk oleh para pegiat bank sampah adalah biopori.  Persoalannya, benarkah praktik biopori yang telah kita lakukan selama ini? Bagaimana pengelolaan sampah menggunakan teknologi biopori yang semestinya? Apakah penyebutan biopori itu benar? Dari mana istilah ini bermula?

            Berbagai pertanyaan tersebut sangat penting dicarikan jawabannya. Agar langkah pengelolaan sampah dengan teknologi biopori bisa efektif dan memberi manfaat yang benar.

            Nah, untuk menemukan jawaban soal biopori ini, Paguyuban Bank Sampah DIY dan Lokalab berhasil menjumpai seorang Guru Besar Ilmu Tanah dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Namanya Kamir R Brata. Beliau-lah yang menemukan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) dan telah mendapat anugerah Kalpataru.

            “Dan beliau bersedia memberikan ilmunya untuk para pegiat lingkungan khurusnya Bank Sampah maupun para pemuda di Yogyakarta dalam forum Bank Sampah Jogja Heboh #3, ” ujar Hermanto dari LokaLab.

BELAJAR BIOPORI DARI SANG AHLI GRATIS, DAFTAR KLIK DI SINI

            Belajar biopori dari sang ahli ini digelar di halaman Gedung Sekolah Pascasarjana UGM pada Minggu (15 Juni 2025) mulai pukul 08.00. Selain Kamir, akan hadir pula Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo. Hasto akan memaparkan kebijakan pengelolaan sampah Kota Yogya setelah tidak ada TPA.

            Kegiatan Bank Sampah Jogja Heboh #3 dengan tema “Menuju Gerakan Sejuta Biopori” ini kemudian mendapat dukungan kolaboratif dari sejumlah pihak. Mulai dari Sekolah Pascasarjana UGM, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa KemenLH, Persada Langgeng  Mulya (PLM), P3Nusantara. Perisai Bumi, Pemkot Yogya dan Grand Keisha Hotel Yogyakarta.

            Hermanto menambahkan, kegiatan di UGM ini merupakan awal dari rencana besar Gerakan Sejuta Biopori untuk Jogja yang Istimewa. “Kesepakatan dari pihak-pihak yang berkolaborasi di atas, kami akan melakukan rekrutmen anak-anak muda, seperti Karang Taruna, remaja masjid, pemuda gereja dan lain-lain, untuk kami didik menjadi patriot lingkungan, ” tambah Hermanto.

            Para pemuda yang telah dibentuk karakternya melalui training intensif ini nantinya akan menjadi motor utama Gerakan Satu Juta Biopori untuk DIY. Hermanto mengatakan puncak dari gerakan tersebut pada peringatan Sumpah Pemuda bulan Oktober 2025. “Serentak para kader dari ratusan tempat di Jogja akan membuat biopori. Jumlahnya satu juta sehingga bisa masuk Rekor MURI,” tegas Hermanto.

            Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY Erwan Widyarto menambahkan, kegiatan Bank Sampah Jogja Heboh #3 adalah lanjutan dari serangkaian kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Paguyuban Bank Sampah (PBS) DIY.

Erwan menyebut sejumlah kegiatan PBS DIY di antaranya Resik-resik Kaliurangbekerjasama dengan PT Anindya Mitra Internasional (AMI), Pemkab  Sleman, Bupati Purnomo  dan DPRD Kabupaten Sleman.

Gropyok Sampah dan Trashion Show di Pantai Mangrove Kulonprogo dan Edukasi 5 Macam Pengolahan Sampah di Pantai Mendit, Jangkaran,  Kulonprogo. Kerjasama P3E Jawa KLHK, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Dynamix), Pemkab Kulonprogo, Bupati Hasto Wardoyo, DLHK  (Saka Kalpataru), Dinas Pendidikan (Sekolah Adiwiyata), dan JPSM Kulonprogo.

Pengantin Pantai Kukup dan Edukasi 13 Macam Pengolahan Sampah di Pantai Kukup, Gunungkidul. Kerjasama P3E Jawa KLHK, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Dynamix), Pemkab Gunungkidul, Wakil Bupati Imawan Wahyudi, DLHK, Dinas Pariwisata,, TNI-Polri, Pramuka, Dimas Diajeng Gunungkidul dan Pokdarwis Pantai Kukup.

Bank Sampah Jogja Heboh #1di Selasa Wagen. Kegiatan didukung oleh Bank Indonesia, Pemda DIY, Margaria Group, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Dynamix), Pemkot Jogja, DLH dan JPSM Kota Yogya. Dilaunching Gerakan Malioboro Resik Lan Ijo oleh Wakil Wali Kota Jogja (saat itu) Heroe Purwadi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan DIY yang diwakili Bp Miyono serta Assekda DIY Tri Saktiyana.

Bank Sampah Jogja Heboh #2 dengan tema Merawat Sumbu Filosofi di Teras Malioboro 2. Waktu itu bertepatan dengan penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh Unesco. Kegiatan ini didukung oleh Bank Indonesia, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Dynamix), Pemkot Yogya (Pj Walikota Sumadi), Margaria Group, dan Forum Bank Sampah Kota Yogya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *