Rekomendasikan Perlu Pelestarian dan Pengembangan di Kabupaten Sleman
Kabar Malioboro, JOGJA – Khalayak umum memandang kubro siswo adalah aktivitas kesenian. Namun, ternyata kubro siswo memiliki nilai karakter olahraga dalam aktivitasnya. Kesimpulan ini merupakan hasil Disertasi dari promovendus Syukron Arif Muttaqin, SE, MAP. Dari penelitian Syukron, diperoleh hasil lima nilai karakter olahraga terbukti ada dalam aktivitas kesenian kubro siswo.
“Terbukti, aktivitas kesenian kubro Siswo memiliki nilai karakter olahraga,” ujar Syukron saat membacakan hasil disertasi program doktoral ilmu olahraga di lantai 3 gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (14/1) kemarin.
Disertasi ini dipertahankan di depan para penguji yang terdiri dari Prof Dr Cerika Rismayanthi, M.OR, Prof Dr Nofi Marlia Siregar, M.Pd, Prof Dr Suharjana, M.Kes dan Prof Dr Sumarjo, M. Kes. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Sumaryanti, M.S dan Prof dr Novita Intan Arofah, M.P.H, Ph.D sebagai kopromotor.
Syukron mengambil judul disertasi Kajian Potensi Kesenian Kubro Siswo dalam Penguatan Nilai Olahraga dan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan bagi Masyarakat Kabupaten Sleman. Dari penelitian yang dilakukan dengan mixed methods model concurrent embedded menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, didapatkan hasil para responden menyatakan lima karakter olahraga yakni sportivitas, kedisiplinan, kejujuran, keindahan dan patriotisme terdapat dalam aktivitas kubro siswo.
“Aktivitas fisik dan gerak, didukung dengan syair lagu dan koordinasi antar anggota kelompok saat menjalankan aktivitas terdapat lima unsur tadi,” paparnya.
Selain itu, dalam penelitian yang juga melibatkan pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman, didapatkan hasil perlu adanya kebijakan pelestarian dan pengembangan olahraga kubro siswo. Bahkan, para pemangku kebijakan juga memberikan rekomendasi perlu adanya kebijakan pengembangan dari pemerintah kabupaten Sleman untuk kesenian ini. “Rekomendasinya, kubro Siswo perlu dilestarikan dan masuk dalam kebijakan program dan kegiatan di instansi seperti dinas pendidikan, dinas pemuda dan olahraga, dinas kebudayaan dan dinas pariwisata,” urainya.
Peneliti juga memberikan saran, perlu ada kegiatan dan event khusus untuk ajang pertunjukan kubro siswo dalam rangka pelestarian kesenian ini. “Perlu ada festival kubro siswo di Kabupaten Sleman yang diselenggarakan setiap tahun dalam rangka menarik minat masyarakat umum,” tandasnya.
Beberapa tokoh hadir dalam ujian terbuka ini. Antara lain Wakil Ketua DPRD DIY Umarudin Masdar, Y.Gustan Ganda (Ketua DPRD Sleman), Muhammad Zuhdan (Ketua Komisi B DPRD Sleman) Muhamad Zuhdan, Dr Ahmad Zuhdi Muhdhor, M.Hum (Ketua PWNU DIY), R. Agus Kholik (Ketua DPC PKB Sleman), H.Wiratno (Ketua FPKB DPRD Sleman), Hudono (Ketua PWI DIY) dan Edy Winarya, S.Sn (Kepala Dinas Pariwisata Sleman). (sam)