SLEMAN, Kabar Malioboro – Kegembiraan terpancar dari wajah para perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Sleman Rabu (21/10/2026).
Setelah menanti sejak proses pengajuan pada 2025 lalu, asa mereka mendapatkan fasilitas penunjang pertanian akhirnya terwujud.
Bertempat di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, penyerahan bantuan alat semprot tanaman atau hand sprayer diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia.
Bagi para perempuan penggerak sektor pangan di tingkat akar rumput, kehadiran alat ini memberikan kelegaan tersendiri dalam merawat komoditas pertanian mereka secara lebih efektif.
Melalui Seleksi Ketat dari Puluhan Proposal
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Syukron Arif Muttaqin, yang hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut.
Didampingi Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Risgianto pun turut membeberkan perjalanan di balik penyaluran tersebut.
Syukron menyebut antusiasme kelompok tani sangat tinggi dengan total pengajuan mencapai sekitar 80 KWT.
Namun, melalui proses verifikasi yang cermat untuk memastikan ketepatan sasaran, hanya 28 kelompok yang akhirnya dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima bantuan.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman itu menekankan pentingnya optimalisasi bantuan agar dapat mendongkrak produktivitas para petani perempuan di lapangan.
“Semoga bantuan hand sprayer ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Membantu para KWT dalam menjalankan aktivitas pertanian di kelompoknya masing-masing,” ujarnya.
Suara Hati Penerima Manfaat
Dukungan nyata dari para wakil rakyat dan instansi terkait ini disambut penuh rasa syukur oleh para penerima manfaat. Hesti Nurwiningsih dari KWT Mekar Jaya Sejati, Dukuh, Sumberarum, Moyudan, Sleman, mengungkapkan peralatan tersebut sangat menjawab kebutuhan teknis kelompoknya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan hand sprayer ini. Perawatan tanaman di kelompok kami kini bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efisien, sehingga hasil pertanian ke depan bisa semakin optimal,” ucap Hesti.
Hal senada turut dirasakan oleh Susilawati dari KWT Sekar Arum, Tangkilan, Sidoarum, Godean, Sleman. Baginya, perhatian ini menjadi suntikan motivasi yang berharga untuk terus menjaga produktivitas dan eksistensi kelompok tani perempuan.
“Bantuan ini memberikan dorongan semangat yang besar bagi kami para perempuan tani untuk terus aktif, mandiri, dan produktif dalam mengelola lahan pertanian,” tuturnya. (eyd)
