Wawali Kota Yogyakarta Buka Pameran “Utthana” di Kotagede, Syauqi Buka Pameran di Museum Keraton

ꦄꦼꦮ꦳ꦼꦤ꧀ꦠ꧀ ꦲꦼꦄꦣ꧀ꦭꦶꦤꦺ

Penampilan penari cilik Jonathan Elnathan di hadapan Wawali Yogya Wawan Harmawan di acara pembukaan Pameran Drawing #5 Utthana di Aileen Gallery Kotagede. (Dok. GoART)

YOGYA — Pembukaan pameran Drawing #5 “Utthana”  yang berlangsung di Aileen Gallery Kotagede sudah dilakukan Jumat (22/5) sore. Wakil Walikota (Wawali) Yogya Wawan Hermawan berkenan membuka pameran yang akan berlangsung hingga 30 Mei ini.

Itu adalah lokasi pertama pameran yang digelar Komunitas GoART Drawing Jogja.Lokasi pameran kedua ada di Kagungan Ndalem Museum Wahanarata. Pameran dibuka Sabtu sore (23/5) oleh Ahmad Syauqi Soeratno.

Semangat “bulan menggambar nasional” terasa begitu hidup dalam Pameran Drawing #5 “Utthana” ini. Pembukaan pameran berlangsung penuh kehangatan, kebahagiaan, serta apresiasi tinggi dari berbagai kalangan.

Acara yang mempertemukan para seniman, budayawan, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan ini berlangsung lancar dan meriah. Bahkan, momentum istimewa tersebut langsung mendapat perhatian khusus dari Wawali Wawan Harmawan serta Pemerintah Kota Yogyakarta melalui unggahan resmi di media sosial instagram.

Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi penegas bahwa geliat seni rupa, khususnya budaya menggambar, tetap menjadi denyut penting dalam kehidupan budaya Kota Yogyakarta. Dalam suasana akrab dan penuh apresiasi, para tamu menikmati karya-karya drawing yang dipamerkan sekaligus berdialog langsung dengan para seniman.

Turut hadir sejumlah tokoh penting dan pegiat seni-budaya, di antaranya Yati Pesek, sosok maestro seni tradisi yang kehadirannya selalu membawa energi kebudayaan yang kuat. Hadir pula Yani Saptohudaya, pemilik Saptohudaya Gallery sekaligus istri mendiang maestro lukis Saptohudaya, yang memberi dukungan hangat bagi para perupa yang terus menjaga semangat berkarya.

Dunia usaha dan komunitas juga ikut memberi warna dalam acara ini, dengan hadirnya Drg. Handoko, pendiri The Cabin Hotel dan Klinik Dentes, Komaru Maarif (Mantir Pamong Praja  Kotagede), Komarijatul Chasanah (Lurah Purbayan) serta Yudi, Ketua RT setempat yang menunjukkan dukungan nyata terhadap tumbuhnya ruang-ruang seni berbasis komunitas.

Dari kalangan seni rupa, tampak hadir Illa Nasirun (istri maestro lukis Nasiru), Yani Ambar Polah (Museum Kayu) serta para seniman lintas generasi dan peserta pameran.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran JoNathan-ElNathan, penari cilik viral yang menjadi perhatian banyak pengunjung, serta dukungan dari dunia pendidikan melalui perwakilan SD Negeri Kotagede 4, menunjukkan bahwa semangat menggambar juga sedang diwariskan kepada generasi muda.

Sebagai tuan rumah, Aileen NP bersama komunitas Go Art menghadirkan ruang temu yang bukan sekadar pameran karya, melainkan juga ruang dialog, perjumpaan, dan perayaan atas kebangkitan praktik menggambar di tengah dinamika seni kontemporer.

Pameran ini menjadi bukti bahwa menggambar tetap menjadi bahasa artistik yang intim sekaligus universal. Menghubungkan generasi, mempertemukan komunitas, dan merawat identitas budaya Yogyakarta sebagai kota seni.

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, momentum seperti ini menjadi pengingat bahwa satu goresan sederhana dapat menyimpan daya hidup yang luar biasa: membangkitkan ingatan, mempertemukan manusia, dan merayakan keindahan bersama.(wid)

ꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦧꦭꦱꦤ꧀

꧋ꦄꦭꦩꦠ꧀ꦌꦩꦻꦭ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦺꦪꦤ꧀ꦎꦫꦣꦶꦗꦺꦣꦸꦭ꧀ꦤꦺꦈꦠ꧀āꦮ꧀āꦣꦶꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦺ꧉ ꧋ꦫꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦁꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦆꦱꦶāꦤ꧀āꦠꦤ꧀ꦝꦤꦺ *