Menyelami Makna di Balik Artefak: Storytelling Digital Jadi Strategi Baru Museum Vredeburg

Kaki Lima


SLEMAN, Kabar Malioboro – Tren konten digital semakin berkembang. Museum dituntut mampu menghadirkan sejarah dengan cara yang lebih menarik dan dekat dengan generasi muda.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pelatihan storytelling digital bagi staf Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Selasa hingga Rabu (19–20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual MBVY ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Diketuai Prof. Erna Andriyanti, S.S., M.Hum., Ph.D.

Penanggung jawab MBVY, Vincentius Agus Sulistya, M.A., berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan staf dalam membuat konten digital sehingga museum semakin dikenal luas.

“Museum hari ini tidak cukup hanya menyimpan sejarah, tetapi juga harus mampu menyampaikan cerita yang dekat dengan generasi digital,” ujar Agus.

Perwakilan tim Sastra Inggris UNY, Dr. Titik Sudartinah, S.S., M.A., menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat melalui program berkelanjutan yang memberi dampak nyata.

Hari pertama, peserta mendapatkan materi storytelling digital dari Purwaningtyas Dwi Astuti, S.S., M.A.

Purwaningtyas menjelaskan storytelling merupakan seni membangun koneksi emosional melalui narasi, terutama dengan mengangkat sisi manusia di balik artefak museum.

“Orang mungkin lupa data sejarah, tetapi mereka akan mengingat cerita yang menyentuh emosi,” katanya.

Sementara itu, pada hari kedua, Brigitta Sita Oentari, S.S., M.Hum., membahas pentingnya kombinasi visual, audio, dan teks dalam konten digital agar lebih imersif dan mudah dipahami audiens.

Setelah sesi materi, peserta dibagi dalam lima kelompok untuk mempraktikkan pembuatan konten video dan non-video bertema storytelling digital. Hasil karya peserta dinilai kreatif dan mampu mengangkat sisi humanis museum.

Pelatihan ditutup dengan evaluasi, dan para peserta mengaku materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kerja di era media sosial saat ini.

Kolaborasi antara UNY dan MBVY ini diharapkan menjadi langkah nyata agar museum tetap relevan dan menarik bagi generasi digital. (eyd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *