Kantor Baru Diresmikan, BNNK Sleman Tancap Gas Persempit Peredaran Narkoba hingga Pelosok Desa

Event


SLEMAN, Kabar Malioboro – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman meresmikan kantor baru secara sederhana Kamis (9/4/2026).

Tak sekadar pindah gedung. Peresmian kantor baru ini menandai dimulainya akselerasi perang melawan narkoba dengan fasilitas yang lebih representatif.

Kantor baru seluas 1,6 meter persegi ini masih berada di lingkungan Pemkab Sleman. Memanfaatkan eks gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Gedung yang beralamat di Jalan KRT Pringgodiningrat No.3, Beran, Sleman itu kini difungsikan BNNK Sleman sebagai one stop service area. Mengintegrasikan layanan kantor dengan Klinik Sembada Bersinar.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan peresmian bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penguatan strategi menghadapi ancaman narkoba yang kian kompleks.

“Ini harus menjadi titik balik. Peredaran narkoba sekarang tidak hanya di kota, tapi sudah masuk hingga desa bahkan dusun. BNNK Sleman harus tancap gas mempersempit ruang gerak mereka,” tegasnya.

Menurut Harda, keberadaan kantor baru harus diikuti peningkatan kinerja. Baik dalam aspek pencegahan, penindakan, maupun rehabilitasi. Pihaknya juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar terus diperkuat.

“Kita ingin upaya ini menyeluruh. Edukasi jalan, penindakan tegas, rehabilitasi juga maksimal. Semua pihak harus terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya menyebut fasilitas baru ini akan mempercepat efektivitas kerja lembaganya.

Integrasi layanan dalam satu lokasi dinilai mampu memangkas birokrasi dan mempercepat penanganan kasus.

Saat ini, BNNK Sleman siap tancap gas mempersempit ruang gerak peredaran narkotika hingga ke level desa.

“Dengan konsep layanan terpadu, masyarakat lebih mudah mengakses layanan, baik rehabilitasi maupun konsultasi. Ini akan memperkuat respons kami di lapangan,” jelasnya.

BNNK Sleman juga terus mengembangkan program berbasis masyarakat, seperti Kalurahan Bersinar yang hingga 2026 telah menjangkau 19 desa.

Selain itu, program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar) dan Fasilitator P4GN digencarkan untuk memperkuat benteng pencegahan sejak dini.

“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dari atas. Harus dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat desa,” tambah Teguh.

Dengan kantor baru dan strategi yang diperkuat hingga akar rumput, BNNK Sleman optimistis mampu menekan peredaran narkoba secara lebih masif.

“Targetnya jelas menciptakan lingkungan Sleman yang bersih dari narkoba melalui gerakan bersama lintas elemen,” pungkasnya. (eyd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *