{"id":3413,"date":"2026-04-11T19:07:35","date_gmt":"2026-04-11T12:07:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?p=3413"},"modified":"2026-04-11T21:00:59","modified_gmt":"2026-04-11T14:00:59","slug":"dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games","title":{"rendered":"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games"},"content":{"rendered":"<p><strong>Terukir di Relief Candi, Diperkirakan Muncul Era 800 Sebelum Masehi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>MAGELANG, <em>Kabar Malioboro<\/em> &#8211; Selama berabad-abad, Candi Borobudur dipahami sebagai  mahakarya arsitektur dan spiritualitas <em>Buddhis<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun kini, sebuah temuan akademik terbaru  membuka perspektif yang jauh lebih kompleks dan mengejutkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Borobudur juga menyimpan  jejak permainan papan kuno yang bukan sekadar hiburan, melainkan sistem pengetahuan,  strategi, dan refleksi filosofis tentang kehidupan manusia.  <\/p>\n\n\n\n<p>Dr. M. Zaini Alif, S.Sn M.Dn peneliti yang sampai tahun 2026 menemukan dan  mendata 2.600 jenis permainan rakyat Indonesia dan 1642 <em>board games<\/em> atau mainan papan di  berbagai negara, mengungkap adanya representasi visual permainan dalam relief candi, lengkap dengan elemen-elemen seperti pion, dadu, dan pola lintasan permainan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Temuan ini  bukan hanya menambah lapisan makna pada Borobudur yang dibangun pada abad 778 Masehi,  tetapi juga berpotensi mengubah cara dunia akademik memahami hubungan antara budaya,  permainan, dan pendidikan di masa lampau,&#8221; ujar Zaini dalam <em>Focus Group Discussion<\/em> yang digelar di Kemala Borobudur, Magelang, Kamis (9\/4).<\/p>\n\n\n\n<p>Hadir dalam kegiatan yang mengambil tema <em>Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Pengembangan Objek Permainan Rakyat Melalui Produk Edukasi dan Digitalisasi Relief Candi Borobudur<\/em> dihadiri pengelola Candi Borobudur, pegiat artefak, pelestari budaya, anggota dewan dan jurnalis. <\/p>\n\n\n\n<p>Zaini menyampaikan yang membuat penemuan ini begitu signifikan adalah kenyataan bahwa permainan tersebut tidak berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara komparatif, lanjut Zaini, permainan ini memiliki kemiripan dengan berbagai permainan kuno dunia seperti <em>Prachisi <\/em> dari India era tahu 1100 &#8211; 800 SM, <em>Senet <\/em>dari Mesir 3500 SM, hingga <em>Liubo<\/em> dari Tiongkok 202 SM-220 SM.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Namun demikian, permainan ini menghadirkan sesuatu yang unik, sebuah inovasi lokal nusantara berupa  papan permainan berbentuk jam pasir yang sarat dengan simbolisme kosmologis dan spiritual,&#8221; lanjut Dekan Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Pusat ini memaparkan penelitian ini berangkat dari pengamatan detail terhadap relief di salah satu panel Borobudur  yang menunjukkan interaksi manusia dengan objek yang menyerupai permainan papan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari situ, tim melakukan analisis multidisipliner yang menggabungkan pendekatan arkeologi,  ikonografi, sejarah permainan, hingga rekonstruksi eksperimental.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena tidak adanya naskah atau aturan tertulis yang tersisa, proses ini menjadi tantangan ilmiah tersendiri yang menuntut  ketelitian tinggi. Melalui analisis morfologi, peneliti mengidentifikasi pola lintasan dan  kemungkinan jumlah petak permainan. Kajian ikonografis kemudian digunakan untuk  membaca simbol-simbol di sekitar adegan, termasuk kemungkinan makna sosial dan spiritual  dari permainan tersebut,&#8221; papar peraih gelar doktor permainan tradisional di Institut Teknologi Bandung ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, lanjut Zaini, dari studi komparasi dengan temuan permainan di berbagai  peradaban kuno memperkuat hipotesis bahwa permainan Borobudur merupakan bagian dari  jaringan pertukaran budaya global yang terjadi melalui jalur perdagangan dan penyebaran  agama. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Namun yang paling menarik adalah hasil rekonstruksi eksperimental yang dilakukan tim.  Berdasarkan berbagai data tersebut, permainan ini direkonstruksi sebagai sebuah <em>race and strategy board games <\/em>yang menggabungkan unsur strategi dan keberuntungan,&#8221; lanjutnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan, dalam permainan ini, pemain  menggunakan pion dan dadu untuk bergerak sepanjang lintasan, dengan tujuan mencapai titik  akhir sebagai simbol &#8220;pencerahan&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam prosesnya, terdapat mekanisme \u201cmenangkap\u201d bidak  lawan, zona sempit sebagai fase ujian, serta dinamika permainan yang mencerminkan  ketidakterdugaan hidup. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Permainan ini  kemudian kami beri nama <em>Lintasan Dharma <\/em> atau <em>Borobudur Games <\/em>atau <em>Journey to Enlightenment <\/em>* yang menggambarkan perjalanan manusia melalui berbagai fase kehidupan menuju kesadaran tertinggi. Tinggal nanti mana yang lebih cocok,&#8221; jelasnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara akademik, tambah Zaini, temuan ini membuka ruang diskusi baru dalam berbagai disiplin ilmu. Dalam  arkeologi, permainan ini memperluas pemahaman tentang fungsi relief sebagai media pengetahuan, bukan sekadar narasi visual.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dalam studi budaya, permainan ini menunjukkan bahwa permainan memiliki peran  penting dalam membentuk nilai sosial dan spiritual masyarakat. Sementara dalam pendidikan,  permainan ini juga menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran berbasis permainan yang berakar pada  warisan lokal,&#8221; terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh dijelaskan, penelitian ini tidak berhenti pada rekonstruksi historis. Dijelaskan Zaini, salah satu tujuan utamanya adalah mengadaptasi permainan ini ke dalam bentuk modern, baik sebagai <em>board game <\/em>edukatif maupun sebagai platform digital interaktif.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali dalam konteks kekinian yang relevan dengan generasi muda. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pelestarian warisan budaya tak benda Indonesia, yang  menekankan pentingnya menjaga tidak hanya bentuk fisik, tetapi juga nilai, fungsi, dan makna  yang terkandung di dalamnya,&#8221; tandasnya.  <\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari itu, lanjut Zaini, temuan ini menantang para peneliti berikutnya untuk melihat kembali Borobudur dengan cara yang  berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Borobudur bukan hanya situs wisata atau simbol religius, tetapi juga sebuah arsip  pengetahuan yang menyimpan berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari spiritualitas, seni, hingga permainan dan strategi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dengan segala potensinya, penelitian ini membuka peluang kolaborasi lintas sektor, mulai dari  akademisi, pemerintah, industri kreatif, hingga media. Bersama-sama, kita dapat  mengembangkan narasi baru tentang Borobudur yang tidak hanya membanggakan secara  historis, tetapi juga relevan dan inspiratif bagi masa depan,&#8221; tutupnya. (*)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terukir di Relief Candi, Diperkirakan Muncul Era 800 Sebelum Masehi MAGELANG, Kabar Malioboro &#8211; Selama berabad-abad, Candi Borobudur dipahami sebagai mahakarya arsitektur dan spiritualitas Buddhis. Namun kini, sebuah temuan akademik terbaru membuka perspektif yang jauh lebih kompleks dan mengejutkan. Borobudur juga menyimpan jejak permainan papan kuno yang bukan sekadar hiburan, melainkan sistem pengetahuan, strategi, dan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":3419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[35,81],"tags":[281,1741,436,1742],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"jv_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terukir di Relief Candi, Diperkirakan Muncul Era 800 Sebelum Masehi MAGELANG, Kabar Malioboro &#8211; Selama berabad-abad, Candi Borobudur dipahami sebagai mahakarya arsitektur dan spiritualitas Buddhis. Namun kini, sebuah temuan akademik terbaru membuka perspektif yang jauh lebih kompleks dan mengejutkan. Borobudur juga menyimpan jejak permainan papan kuno yang bukan sekadar hiburan, melainkan sistem pengetahuan, strategi, dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-11T12:07:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T14:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260411_205759-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"608\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\",\"name\":\"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-11T12:07:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T14:00:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/3685582f91bde7ac3483ccdaa1e6fbc6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\",\"name\":\"Kabar Malioboro\",\"description\":\"Mangabarkan dari titik nol\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"jv-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/3685582f91bde7ac3483ccdaa1e6fbc6\",\"name\":\"Rif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e77706008a2b925768b3073232fd7487?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e77706008a2b925768b3073232fd7487?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rif\"},\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/syukron-arif\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\/","og_locale":"jv_ID","og_type":"article","og_title":"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro","og_description":"Terukir di Relief Candi, Diperkirakan Muncul Era 800 Sebelum Masehi MAGELANG, Kabar Malioboro &#8211; Selama berabad-abad, Candi Borobudur dipahami sebagai mahakarya arsitektur dan spiritualitas Buddhis. Namun kini, sebuah temuan akademik terbaru membuka perspektif yang jauh lebih kompleks dan mengejutkan. Borobudur juga menyimpan jejak permainan papan kuno yang bukan sekadar hiburan, melainkan sistem pengetahuan, strategi, dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games\/","og_site_name":"Kabar Malioboro","article_published_time":"2026-04-11T12:07:35+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T14:00:59+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":608,"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260411_205759-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rif","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games","name":"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games - Kabar Malioboro","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website"},"datePublished":"2026-04-11T12:07:35+00:00","dateModified":"2026-04-11T14:00:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/3685582f91bde7ac3483ccdaa1e6fbc6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games#breadcrumb"},"inLanguage":"jv-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/dosen-isbi-bandung-teliti-borobudur-games#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dosen ISBI Bandung Teliti Borobudur Games"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/","name":"Kabar Malioboro","description":"Mangabarkan dari titik nol","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"jv-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/3685582f91bde7ac3483ccdaa1e6fbc6","name":"Rif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"jv-ID","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e77706008a2b925768b3073232fd7487?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e77706008a2b925768b3073232fd7487?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rif"},"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/syukron-arif"}]}},"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260411_205759-2-150x150.jpg",150,150,true],"full":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260411_205759-2.jpg",1080,608,false]},"categories_names":{"35":{"name":"Headline","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/headline"},"81":{"name":"Titik Nol","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/titik-nol"}},"tags_names":{"281":{"name":"borobudur","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/borobudur"},"1741":{"name":"Games","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/games"},"436":{"name":"Permainan","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/permainan"},"1742":{"name":"Rakyat","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/rakyat"}},"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3413"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3413"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3420,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3413\/revisions\/3420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}