{"id":3282,"date":"2025-12-19T19:12:17","date_gmt":"2025-12-19T12:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?p=3282"},"modified":"2025-12-19T19:12:20","modified_gmt":"2025-12-19T12:12:20","slug":"karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog","title":{"rendered":"<span class='sub-title'>Mencermati Pameran \u201cOjo Urik\u201c Alex Pracaya<\/span><br><strong>Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog<\/strong>"},"content":{"rendered":"<p><em>Masuk ke ruang pamer Ndalem Langenkusuma, senyum\u00a0 kecil muncul di sudut bibir para pengunjung.\u00a0 Namun, sejurus kemudian, sebuah tamparan terasa. Pengunjung\u00a0 tidak hanya disuguhi warna cerah yang tampak jenaka, melainkan poster-poster yang bisa menampar nurani. Halus tapi terasa.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: <strong>Erwan Widyarto<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PAMERAN tunggal pertama&nbsp; Alex Pracaya bertajuk \u201cOjo Urik\u201d \u2013 <em>Transparansi dalam Warna, Integritas dalam Goresan<\/em> bukan sekadar perayaan visual. Ia hadir sebagai ruang refleksi sosial, tempat humor, budaya Jawa, dan kritik terhadap praktik ketidakjujuran bertemu dalam bahasa yang sederhana dan membumi. Digelar pada 16\u201320 Desember 2025, pameran ini memanfaatkan ruang heritage berarsitektur Jawa klasik sebagai latar yang seolah menegaskan: pesan moral tak pernah lekang oleh waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Judul pameran \u201cOjo Urik\u201d, ungkapan Jawa yang berarti \u201cjangan curang\u201d, menjadi kunci pembacaan seluruh karya. Lewat poster satir dan ilustrasi yang komunikatif, Alex mengajak pengunjung bercermin pada kebiasaan kecil yang sering dianggap remeh: ingkar janji, memanipulasi fakta, atau berkompromi dengan nurani demi kenyamanan sesaat. Hal-hal kecil inilah, menurutnya, yang kerap menjadi pintu masuk praktik korupsi dalam skala yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kurasi pameran disusun layaknya lintasan cerita. Pengunjung diajak berjalan dari humor keseharian, menuju ironi sosial, hingga kritik yang semakin tajam. Namun semua disampaikan tanpa nada menggurui. Visualnya ringan, kadang mengundang tawa, tetapi menyisakan pertanyaan yang menempel lebih lama dari sekadar pandangan mata. Pendekatan ini membuat pesan integritas terasa dekat, terutama bagi generasi muda yang tumbuh dalam budaya visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Ndalem Langenkusumo pun menjadi saksi perjumpaan lintas zaman. Dinding-dinding tua yang sarat sejarah itu kini menampung poster-poster kontemporer yang berbicara tentang masalah paling klasik dalam kehidupan manusia: kejujuran. Di sanalah karya-karya Alex Pracaya berdiri, tidak berteriak, tetapi mengajak berdialog.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, \u201cOjo Urik\u201d \u2013ejaan yang benar <em>Aja Urik<\/em>&#8212;&nbsp; merupakan pameran tunggal pertama Alex Pracaya setelah puluhan tahun berkarya dan terlibat dalam berbagai pameran nasional maupun internasional. Momentum ini terasa semakin kuat karena digelar bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi. Seni poster, yang selama ini identik dengan medium komunikasi massa, dihadirkan sebagai alat refleksi sosial yang dekat dengan keseharian publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pameran ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Suasana pembukaan terasa hangat dan personal. Sri Paduka tak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga sebagai kawan lama sang perupa. Dalam sambutannya, ia mengenang masa persahabatan mereka sejak SMA.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah sederhana tentang peta yang dibagi sebagai oleh-oleh, yang kelak menjelma menjadi karya visual dengan daya guna luas bagi masyarakat.&nbsp; Alex merupakan pembuat peta wisata Kota Yogya yang sudah dicetak banyak pihak tanpa ia pedulikan royalty-nya. \u201cSaya hibahkan untuk Yogya, \u201c kata Alex satu waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Paku Alam X memaparkan, \u201cPameran ini merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang perupa yang telah lama berkarya.\u201d Ia menilai karya-karya Alex sebagai contoh bagaimana memori personal dapat diolah menjadi karya publik yang informatif, artistik, sekaligus memperkaya identitas kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Apresiasi juga disampaikan terhadap konsistensi Alex Pracaya dalam menjaga karakter karya yang mengandalkan sentuhan tangan manusia. Di tengah derasnya arus teknologi dan kecerdasan buatan, karya-karya tersebut tetap terasa jujur dan bernapas. \u201cSaya menggarisbawahi kalimat \u2018Integritas dalam Goresan\u2019. Itu nyata. Mas Pracaya sejak dulu tidak pernah sekadar mengikuti pesanan, tetapi selalu berkarya sesuai idealisme dan nuraninya,\u201d imbuh Sri Paduka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOjo Urik\u201d juga menegaskan bahwa pameran seni tak harus eksklusif. Selain memajang karya, pameran ini menghadirkan beragam kegiatan pendukung: workshop dan talkshow tentang relasi seni dan kecerdasan buatan, dongeng serta lomba mewarnai untuk anak-anak, pementasan drama Jawa, hingga angkringan dan wedangan yang menciptakan suasana akrab khas Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang pamer pun berubah menjadi ruang temu. Anak-anak, mahasiswa, seniman, akademisi, hingga warga sekitar duduk berdampingan, berbagi cerita, dan menafsirkan karya dari sudut pandang masing-masing. Seni hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan dialog sosial yang membumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Alex Pracaya sendiri dikenal sebagai kartunis lepas dan desainer grafis yang aktif berkarya sejak awal 1990-an. Ia pernah mengisi rubrik kartun di berbagai media cetak, sekaligus mengerjakan desain logo, ilustrasi, dan pemetaan visual. Konsistensinya mengangkat nilai budaya lokal dan isu sosial menjadi benang merah perjalanan kreatifnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pameran tunggal ini, salah satu motor penggerak GoART Jogja ini, seolah merajut kembali perjalanan panjang tersebut dalam satu narasi besar. Narasi tentang integritas, kejujuran, dan keberanian untuk tidak \u201curik\u201d dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Pameran ini terbuka gratis untuk umum. Siapa pun dipersilakan datang, menikmati karya, berdialog, sekaligus merasakan atmosfer rumah Jawa klasik di jantung Kota Yogyakarta. Lebih dari sekadar pameran seni, \u201cOjo Urik\u201d menjadi pengingat bahwa kejujuran adalah nilai dasar yang perlu terus dirawat bersama. Dimulai dari pilihan-pilihan kecil yang kita ambil setiap hari.*<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masuk ke ruang pamer Ndalem Langenkusuma, senyum\u00a0 kecil muncul di sudut bibir para pengunjung.\u00a0 Namun, sejurus kemudian, sebuah tamparan terasa. Pengunjung\u00a0 tidak hanya disuguhi warna cerah yang tampak jenaka, melainkan poster-poster yang bisa menampar nurani. Halus tapi terasa. Oleh: Erwan Widyarto PAMERAN tunggal pertama&nbsp; Alex Pracaya bertajuk \u201cOjo Urik\u201d \u2013 Transparansi dalam Warna, Integritas dalam [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":3283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[19,35],"tags":[1679,1678,1288,1681,1680,1682],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"jv_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masuk ke ruang pamer Ndalem Langenkusuma, senyum\u00a0 kecil muncul di sudut bibir para pengunjung.\u00a0 Namun, sejurus kemudian, sebuah tamparan terasa. Pengunjung\u00a0 tidak hanya disuguhi warna cerah yang tampak jenaka, melainkan poster-poster yang bisa menampar nurani. Halus tapi terasa. Oleh: Erwan Widyarto PAMERAN tunggal pertama&nbsp; Alex Pracaya bertajuk \u201cOjo Urik\u201d \u2013 Transparansi dalam Warna, Integritas dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-19T12:12:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-19T12:12:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ojo-urik-alex-paku-alam-x.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"727\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"479\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin satu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin satu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\",\"name\":\"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-12-19T12:12:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-19T12:12:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\",\"name\":\"Kabar Malioboro\",\"description\":\"Mangabarkan dari titik nol\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"jv-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746\",\"name\":\"admin satu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin satu\"},\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/erwan\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\/","og_locale":"jv_ID","og_type":"article","og_title":"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro","og_description":"Masuk ke ruang pamer Ndalem Langenkusuma, senyum\u00a0 kecil muncul di sudut bibir para pengunjung.\u00a0 Namun, sejurus kemudian, sebuah tamparan terasa. Pengunjung\u00a0 tidak hanya disuguhi warna cerah yang tampak jenaka, melainkan poster-poster yang bisa menampar nurani. Halus tapi terasa. Oleh: Erwan Widyarto PAMERAN tunggal pertama&nbsp; Alex Pracaya bertajuk \u201cOjo Urik\u201d \u2013 Transparansi dalam Warna, Integritas dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog\/","og_site_name":"Kabar Malioboro","article_published_time":"2025-12-19T12:12:17+00:00","article_modified_time":"2025-12-19T12:12:20+00:00","og_image":[{"width":727,"height":479,"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ojo-urik-alex-paku-alam-x.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin satu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin satu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog","name":"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog - Kabar Malioboro","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website"},"datePublished":"2025-12-19T12:12:17+00:00","dateModified":"2025-12-19T12:12:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog#breadcrumb"},"inLanguage":"jv-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/karya-yang-satire-tidak-berteriak-tetapi-mengajak-berdialog#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karya \u00a0yang Satire, Tidak Berteriak tetapi Mengajak Berdialog"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/","name":"Kabar Malioboro","description":"Mangabarkan dari titik nol","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"jv-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746","name":"admin satu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"jv-ID","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin satu"},"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/erwan"}]}},"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ojo-urik-alex-paku-alam-x-150x150.jpg",150,150,true],"full":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ojo-urik-alex-paku-alam-x.jpg",727,479,false]},"categories_names":{"19":{"name":"Event","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/event"},"35":{"name":"Headline","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/headline"}},"tags_names":{"1679":{"name":"Aja Urik","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/aja-urik"},"1678":{"name":"Alex Pracaya","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/alex-pracaya"},"1288":{"name":"GoART","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/goart"},"1681":{"name":"Ndalem Langenkusumo","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/ndalem-langenkusumo"},"1680":{"name":"Ojo Urik","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/ojo-urik"},"1682":{"name":"Paku Alam X","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/tag\/paku-alam-x"}},"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3282"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3284,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282\/revisions\/3284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}