{"id":2901,"date":"2025-07-23T08:58:11","date_gmt":"2025-07-23T01:58:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?p=2901"},"modified":"2025-07-23T08:58:24","modified_gmt":"2025-07-23T01:58:24","slug":"kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan","title":{"rendered":"<strong>Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan<\/strong>"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Erwan Widyarto<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2906\" width=\"362\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu.jpg 423w, https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu-213x300.jpg 213w, https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu-9x12.jpg 9w\" sizes=\"(max-width: 362px) 100vw, 362px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Erwan Widyarto<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p><em>&#8220;Air hujan adalah pesan cinta langit kepada bumi. Tapi jika bumi tak membuka hati, pesan itu lewat begitu saja, hilang tanpa makna.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>MUSIM kemarau kembali datang, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kekeringan merambat ke berbagai sudut negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bencana hidrometerologi ini. (<em>Kedaulatan Rakyat<\/em> 14\/7\/25)<\/p>\n\n\n\n<p>Ladang retak, sumur mengering, dan antrean air bersih kembali jadi rutinitas yang melelahkan. Padahal, beberapa bulan sebelumnya, hujan tercurah begitu deras. Banjir, genangan, dan limpasan air melimpahi kota dan desa\u2014namun semuanya lewat tanpa sempat disimpan.<\/p>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/mengembalikan-makna-pariwisata-dengan-slow-tourism\">Mengembalikan Makna Pariwisata Lewat Slow Tourism<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Masalah kekeringan bukan semata tentang kekurangan hujan, tetapi lebih pada ketidakmampuan kita menyimpan air saat berlimpah. Air hujan hanya numpang lewat karena tanah kita tak lagi mampu menerima. Di sinilah kita perlu kembali mengenalkan solusi sederhana namun revolusioner: Lubang Resapan Biopori (LRB).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa Lubang Resapan Biopori<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lubang Resapan Biopori adalah lubang vertikal dengan diameter sekitar 10\u201315 cm dan kedalaman 80\u2013100 cm, yang dibuat di tanah dan diisi sampah organik. Lubang ini menciptakan pori-pori alami yang memudahkan air meresap ke dalam tanah, memperkaya cadangan air tanah, dan menyuburkan ekosistem mikro di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n<p>BACA JUGA : <a href=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/tantangan-pengembangan-desa-wisata-di-diy\">Tantangan Pengembangan Desa Wisata di DIY<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi ini diperkenalkan oleh Prof. Dr. Kamir Brata dari IPB\u2014sebuah cara meniru kerja alami hutan dan tanah yang sehat. Biopori memungkinkan air hujan masuk perlahan ke perut bumi, bukan hanyut di permukaan lalu menghilang. Air disambut, bukan diusir.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa dampaknya?<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, biopori memperkuat cadangan air tanah, sangat vital bagi masyarakat yang bergantung pada sumur dangkal. Setiap tetes hujan yang meresap jadi investasi air bersih di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, lubang resapan biopori mengurangi banjir dan genangan. Saat tanah kembali berpori, ia bisa menerima air lebih cepat dan lebih banyak, mengurangi beban saluran drainase dan memperlambat limpasan air permukaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, lubang resapan biopori adalah teknologi rakyat. Tidak mahal. Tidak rumit. Bisa dibuat sendiri oleh warga, sekolah, komunitas, atau RT. Satu rumah saja bisa membuat 4\u20136 titik biopori di halaman. Bayangkan jika satu kampung serempak membuatnya\u2014kita sedang membangun ribuan titik resapan tanpa alat berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, dalam tata kota dan kebijakan lingkungan, biopori kerap tak dianggap seksi. Ia kalah gaung dibanding proyek-proyek infrastruktur besar yang menghabiskan anggaran miliaran. Padahal, dalam diamnya, lubang resapan biopori bekerja: menyerap, menyimpan, menjaga air.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ubah Cara Pandang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sudah saatnya kita mengubah cara pandang. Hujan bukan masalah. Hujan adalah anugerah\u2014jika kita tahu cara menyambutnya. Jika lubang resapan biopori ditanamkan dalam program wajib sekolah, syarat izin bangunan, dan gerakan kolektif masyarakat, kita bisa perlahan mengatasi ketimpangan antara musim basah dan musim kering.<\/p>\n\n\n\n<p>Hujan adalah rahmat. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan rahmat itu benar-benar terwujud jika kita <strong>R<\/strong>esapkan <strong>A<\/strong>ir <strong>H<\/strong>ujan <strong>M<\/strong>enjadi <strong>A<\/strong>ir <strong>T<\/strong>anah. <\/p>\n\n\n\n<p>Kebiasaan kita selama ini yang mempersilakan air hujan segera lari, pergi ke selokan, ke saluran drainase, harus segera diubah. Buat lubang resapan biopori, agar air tidak lari. Agar saat kemarau, tanah tidak parau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan salahkan langit karena tidak memberi hujan, jika kita sendiri tidak menyiapkan wadah untuk menerimanya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Lubang Resapan Biopori adalah wadah kecil untuk mimpi besar: tanah yang hidup, air yang cukup, dan masa depan yang lestari.***<\/p>\n\n\n\n<p>*) <strong>Erwan Widyarto<\/strong>, <em>Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY, salah satu inisiator Gerakan Sejuta Lubang Biopori untuk DIY.<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Erwan Widyarto &#8220;Air hujan adalah pesan cinta langit kepada bumi. Tapi jika bumi tak membuka hati, pesan itu lewat begitu saja, hilang tanpa makna.&#8221; MUSIM kemarau kembali datang, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kekeringan merambat ke berbagai sudut negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bencana hidrometerologi ini. (Kedaulatan Rakyat 14\/7\/25) Ladang retak, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[35,14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"jv_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Erwan Widyarto &#8220;Air hujan adalah pesan cinta langit kepada bumi. Tapi jika bumi tak membuka hati, pesan itu lewat begitu saja, hilang tanpa makna.&#8221; MUSIM kemarau kembali datang, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kekeringan merambat ke berbagai sudut negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bencana hidrometerologi ini. (Kedaulatan Rakyat 14\/7\/25) Ladang retak, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kabar Malioboro\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-23T01:58:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-23T01:58:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin satu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin satu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\",\"name\":\"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-07-23T01:58:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-23T01:58:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/\",\"name\":\"Kabar Malioboro\",\"description\":\"Mangabarkan dari titik nol\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"jv-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746\",\"name\":\"admin satu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"jv-ID\",\"@id\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin satu\"},\"url\":\"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/erwan\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\/","og_locale":"jv_ID","og_type":"article","og_title":"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro","og_description":"Oleh: Erwan Widyarto &#8220;Air hujan adalah pesan cinta langit kepada bumi. Tapi jika bumi tak membuka hati, pesan itu lewat begitu saja, hilang tanpa makna.&#8221; MUSIM kemarau kembali datang, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kekeringan merambat ke berbagai sudut negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bencana hidrometerologi ini. (Kedaulatan Rakyat 14\/7\/25) Ladang retak, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan\/","og_site_name":"Kabar Malioboro","article_published_time":"2025-07-23T01:58:11+00:00","article_modified_time":"2025-07-23T01:58:24+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/erwan-abuabu.jpg"}],"author":"admin satu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin satu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan","name":"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan - Kabar Malioboro","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website"},"datePublished":"2025-07-23T01:58:11+00:00","dateModified":"2025-07-23T01:58:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan#breadcrumb"},"inLanguage":"jv-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/kekeringan-dan-hujan-yang-disia-siakan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kekeringan dan Hujan yang Disia-siakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#website","url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/","name":"Kabar Malioboro","description":"Mangabarkan dari titik nol","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"jv-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/c34d90aabcdf0d2c550213b9abb53746","name":"admin satu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"jv-ID","@id":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52d0b7343121852baf932da92d7c021d?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin satu"},"url":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/author\/erwan"}]}},"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":"","full":""},"categories_names":{"35":{"name":"Headline","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/headline"},"14":{"name":"Lesehan","link":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/page\/lesehan"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2901"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2901"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2907,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2901\/revisions\/2907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarmalioboro.com\/jawa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}